Pemerintah saat ini sedang mati-matian memulihkan keadaan perekonomian nasional. Kepala BKF Kemenkeu mengungkap program PEN pemerintah telah berhasil dalam upaya pemulihan tersebut.
- Wahyu
- Kamis, 29 April 2021 - 14:25 WIB
WowKeren - Indonesia diketahui mengalami penurunan pada sektor perekonomian akibat pandemi COVID-19 yang juga belum berakhir hingga saat ini. Hal itu membuat pemerintah Indonesia memutar otak untuk mengatasi permasalahan tersebut.
Salah satu upaya Presiden Joko Widodo dalam memperbaiki kondisi perekonomian di Indonesia adalah dengan mencetuskan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani telah mengatakan bahwa ada anggaran dana sebesar RP 184,83 triliun untuk program tersebut.
Sementara itu, Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menyampaikan bahwa dengan adanya program PEN itu sebanyak 5 juta masyarakat Indonesia terselamatkan dari kemiskinan. Ia mengungkapkan jika saat ini Kemenkeu sedang mengaudit realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
"Bagaimana belanja APBN itu realisasi yang sekarang sedang diaudit RP 2.589,9 triliun dan ini defisitnya tercapai kurang lebih sesuai dengan target," ujar Febrio dalam acara "Thee Kian Wie Lecture Series Pemulihan Ekonomi dari Pandemi COVID-19: Telaah Paradigma Baru Pembangunan Ekonomi", Kamis (29/4). "Kalau targetnya 6,34 persen dari PDB, realisasinya sekitar 6,1 persen dari PDB."
Febrio menjelaskan secara rinci dari APBN tersebut terdapat anggaran sebesar Rp 571,78 triliun yang digunakan untuk pemulihan ekonomi di tahun 2020. Anggaran tersebut kemudian dibagi kembali menjadi Rp 63,5 triliun untuk kesehatan, bantuan sosial (bansos) Rp 220 triliun, lalu dukungan UMKM sebesar Rp 112,4 triliun, insentif dunia usaha Rp 56 triliun, sektoral dan Pemda Rp 66,6 triliun dan yang terakhir pembiayaan korporasi Rp 60,7 triliun.
"Secara khusus, maka kita bisa melihat bagaimana program ini sangat fokus dan sangat well targeting," beber Febrio. "Contohnya adalah bansos kita yang Rp 220 triliun itu berhasil menjaga angka kemiskinan kita tidak melonjak setinggi kalau tadinya kita tidak melakukan intervensi yang agresif."
Febrio menyebut bahwa pemerintah berhasil menyelamatkan sekitar 5 juta masyarakat dari kemiskinan karena adanya bantuan sosial yang dilakukan secara well targeting, serta banyak stakeholder yang turut membantu untuk memastikan program-program tersebut terlaksana dengan baik. Ia menambahkan sebelum terjadinya pandemi COVID-19, APBN ekonomi sedang dalam trajectory untuk pertumbuhan ekonomi 2020 di kisaran 5,3 persen.
(wk/wahy)