Polisi Berhasil Tangkap Wanita Pemberi Sate Beracun ke Ojol di Yogya, Motif Aksi Jadi Sorotan
Unsplash/Akharis Ahmad
Nasional

NA (25) diamankan setelah dinyatakan sebagai pelaku pemberian paket takjil sate mengandung racun yang menewaskan putra seorang pengemudi ojek online di DI Yogyakarta.

WowKeren - Kisah pilu Naba, seorang bocah putra mitra ojek online di DI Yogyakarta yang tewas akibat memakan sate beracun terus menjadi sorotan. Apalagi karena sate tersebut ia dapatkan dari pesanan misterius yang diterima sang ayah, Bandiman, dengan dalih sebagai paket takjil.

Informasi awal mengungkap paket takjil tersebut sejatinya bukan untuk Bandiman tetapi Tomy, namun akhirnya ditolak karena yang bersangkutan merasa tidak mengenal pengirimnya. Siapa yang lantas menyangka bahwa paket takjil tersebut mengandung racun yang akhirnya menewaskan putra Bandiman.

Polisi pun menyelidiki kasus ini dan pada akhir pekan lalu dilaporkan berhasil menangkap pelakunya. "Diamankan NA (25), warga Majalengka, Jumat (30/4)," tutur Direktur Reskrimum Polda DIY Kombes Pol Burkan Rudy Satriya.

"Tersangka ditangkap Jumat (30/04/2021) di Potorono, di rumahnya," sambung Burkan. Menurut Burkan, kini sang tersangka telah ditahan di Polres Bantul.


Pada kesempatan itu, Burkan turut menjelaskan motif di balik aksi NA. Rupanya tersangka merasa sakit hati kepada Tomy yang disebutnya menikah dengan perempuan lain.

Kendati demikian, Burkan menjelaskan NA masih akan terus diperiksa lebih jauh karena sejauh ini yang bersangkutan lebih banyak diam. "Masih kami dalami, apakah nanti ada tersangka lain. Kami masih mendalami," tegas Burkan.

Sosok Tomy sendiri merupakan seorang penyidik senior di Satreskrim Polresta Yogyakarta. Fakta ini memicu kecurigaan banyak pihak bahwa kasus juga ada kaitannya dengan kasus yang ditangani sang penyidik.

Sementara itu, terkait dengan racun yang terkandung di sate yang diberi NA, ternyata merupakan kalium sianida (KCN). Racun tersebut memang sengaja ditabur di bumbu sate oleh tersangka.

Polisi pun mengidentifikasi kasus ini sebagai pembunuhan berencana karena sudah dibeli sejak tiga bulan lalu secara daring. "Selain itu dia sengaja memesan ojek online tanpa aplikasi, karena dianggap lebih aman. Tersangka mengaku tidak memiliki aplikasi saat memesan," papar Burkan.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts