Asmara Jadi Motif Kasus Sate Racun, Terungkap Ada Pria yang Beri Saran Tersangka Beli Sianida
Unsplash/Baiq Daling
Nasional

NA (25) tega membubuhkan racun sianida di bumbu sate yang ia kirimkan untuk sang pujaan lantaran sakit hati batal dinikahi. Belakangan terungkap dugaan peran pelaku lain.

WowKeren - Kasus pemberian takjil sate berujung maut seorang bocah di DI Yogyakarta terus menjadi sorotan publik. Polisi diketahui telah berhasil menangkap sang tersangka yakni NA (25), seorang pegawai salon yang tega membubuhkan racun kalium sianida (KCN) di bumbu sate yang ia alamatkan kepada penyidik kepolisian bernama Aiptu Tomy.

"Bahwa tersangka adalah pegawai sebuah salon dan memiliki beberapa pelanggan," ujar Kasat Reskrim Polres Bantul, AKP Ngadi, Senin (3/5). Salah satunya adalah Tomy, yang kemudian malah disukai oleh NA.

Penyelidikan atas NA pun belakangan membawa sosok R, seorang pria teman tersangka yang disebut-sebut memberi saran untuk meracuni dengan sianida. "Pengakuan sementara untuk memberi pelajaran, tujuannya hanya untuk diare. Menurut teman tersangka, obat hanya berdampak mules sama mencret saja," papar Reskrimum Polres Bantul, dikutip dari Tribun Solo.

"Akhirnya tersangka pun mengikuti anjuran pelanggan berinisial R," imbuh Ngadi. "Dengan cara membeli (KCN) secara online."

R sendiri merupakan seorang pelanggan salon yang selalu menjadi teman cerita NA selama ini. Dan rupanya R juga memendam rasa untuk NA yang ternyata malah menyukai T.


Menurut NA, ide untuk memberikan sianida ini datang dari R demi memberi pelajaran karena Tomy malah menikah dengan perempuan lain. R juga menganjurkan NA agar bumbu sate yang sudah dicampur dengan sianida itu dikirimkan melalui ojek online namun tanpa melalui aplikasi.

"Tersangka mengikuti saran tersebut," ungkap Ngadi. Tentu saja alasannya agar tidak ketahuan siapa yang mengirimkan makanan beracun tersebut.

Tak disangka kasus malah berbuntut panjang lantaran Tomy dan istri menolak paket sate misterius itu serta malah memberikannya kepada Bandiman, driver ojek online yang mengantarkan takjil dari NA. Bandiman lantas memberikan sate itu untuk keluarganya, yang akhirnya malah merenggut nyawa anaknya, Naba.

Polisi kini juga tengah memburu R, namun belum bisa ditemukan karena ponselnya mati. "Pengakuan Mbak NA seperti itu, tapi harus dibuktikan lagi," kata polisi.

"Saat ini HP-nya mati. Ya kemungkinan bisa (tambah tersangka), kami belum bisa pastikan," pungkasnya.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts