Bertambah Lagi, Kemenkes Ungkap 59 Warga Positif COVID-19 Terkait Eksodus Warga India ke RI
PxHere
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Sebanyak 49 di antaranya merupakan WN India sedangkan 10 lainnya adalah dari WNI yang juga pelaku perjalanan dari negeri Bollywood tersebut. Begini penuturan Kemenkes selengkapnya.

WowKeren - Sejak awal kabar masuknya sejumlah besar WN India ke Indonesia di tengah "tsunami" COVID-19 yang terjadi memang menjadikannya sorotan masyarakat luas. Banyak yang seketika meningkatkan kewaspadaan, apalagi karena potensi berkembangnya juga varian COVID-19 B1617 yang merupakan jenis paling dominan di India saat ini.

Dan di tengah kekhawatiran itu, jumlah kasus positif yang dikonfirmasi terkait dengan eksodus WN India juga kembali bertambah. Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi mengungkap sudah ada 59 kasus positif COVID-19 dari pelaku perjalanan asal India tersebut.

Angka ini sendiri diperoleh dari periode 28 Desember 2020 sampai 25 April 2021. Namun bukan hanya WN India, angka ini juga disumbang oleh WNI yang datang dari negeri Bollywood tersebut.

"Kita mendapatkan 59 kasus positif dari para pelaku perjalanan dari negara India," beber Nadia dalam keterangannya, Rabu (5/5). "Adapun 59 kasus positif tersebut, 49 di antaranya adalah WN India dan 10 orang adalah WNI."


Dan hampir setengahnya sendiri merupakan kasus yang dikonfirmasi pada 10-25 April 2021, yakni total 26 pasien. Jumlah ini terdiri dari 24 WN India dan 2 WNI.

Sampel 26 pasien positif ini, tutur Nadia, akan diperiksa lebih lanjut dengan metode whole genome sequencing. "Untuk mengetahui apakah ada potensi virus atau varian dan mutasi dari virus COVID-19 yaitu varian B1617 maupun varian B117 atau varian lainnya," terangnya.

Sedangkan untuk kasus-kasus positif yang ditemui sebelum tanggal 10 April 2021 akan mendapatkan perlakuan berbeda. Pengambilan sampel untuk dilanjutkan dengan pemeriksaan whole genome sequencing hanya beberapa alias secara sampling.

"Jadi kita masih menunggu pemeriksaan saat ini dari spesimen-spesimen tadi. Baik yang 26 spesimen positif maupun spesimen yang jadi sampel pada periode sebelumnya," pungkas Nadia.

Pemerintah memang telah menutup pintu masuk warga India menyusul tsunami COVID-19 yang terjadi di sana. Perjalanan internasional sendiri saat ini sedang sangat diwaspadai mengingat banyak varian baru COVID-19 yang lebih menular, bahkan ada pula yang kebal vaksin dan antibodi, yang berkembang di luar sana.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts