Dilarang Pemerintah, 2 Keluarga Ini Nekat Mudik Modal Jalan Kaki Sambil Gendong Balita
Shutterstocks/Christian Mueller
Nasional
Mudik di Tengah Corona

Salah seorang keluarga mengaku pulang kampung alih-alih mudik karena memang sudah di-PHK dari tempatnya berasal. Sedangkan yang satu memang mengakui nekat mudik ke kampung halaman.

WowKeren - Pemerintah tegas melarang mudik mulai Kamis (6/5) kemarin sampai Senin (17/5) mendatang. Penyekatan jalan hingga dipaksanya para pemudik nekat untuk putar balik dilakukan oleh otoritas berwenang, semata demi mencegah penyebaran wabah COVID-19 lebih jauh.

Namun larangan ini tampaknya tak membuat pasangan suami istri dari Gombong, Jawa Tengah ini menghentikan niatnya mudik ke Bandung, Jawa Barat. Usut punya usut, rupanya sang suami menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK) sehingga mereka memutuskan untuk pulang kampung.

Tetapi larangan yang berlaku membuat keduanya nekat kembali ke Bandung dengan berjalan kaki. Mereka menyusuri jalan nasional jalur selatan dengan menggendong kedua anak mereka yang masih balita.

Berangkat sejak Minggu (2/5) kemarin, pada Jumat (7/5) siang mereka sudah tiba di Ciamis, Jabar. Dilansir dari Tribun News, mereka tampak berteduh di bawah pohon rindang di sisi jalan raya dalam kondisi cukup lusuh karena kelelahan di perjalanan.

"Beginilah sehari-harinya. Kalau lagi capek, langsung berhenti. Kemudian terus melanjutkan perjalanan lagi," kata Dani (38), kepala keluarga tersebut.


"Kami bukan mudik, tapi pulang kampung. Pulang habis, karena di Gombong sudah tidak punya apa-apa lagi. Mudah-mudahan di Bandung nanti ada pekerjaan," sambungnya.

Keputusan mereka mudik dengan berjalan kaki bukan semata karena dilarang, tetapi juga lantaran tak memiliki apa-apa lagi selain pakaian yang disimpan di tas gendong. Keduanya hanya berbekal Rp120 ribu untuk perjalanan luar biasa jauh tersebut, sembari menggendong anak mereka yang masih kecil.

Bersyukur masih banyak yang membantu mereka selama di perjalanan. Untuk kebutuhan beristirahat, mereka biasa berhenti di SPBU sekaligus menumpang mandi.

Sedangkan sebuah keluarga dari Bandung dihentikan perjalananya di Tasikmalaya. Mobil yang disewa lewat agen travel itu pun mengikuti arahan polisi, namun para penumpangnya yang masih satu keluarga memutuskan untuk turun dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.

"Mobil kembali ke Bandung. Saya tetap maksa mudik," ujar Silvi, seorang pelaku perjalanan nekat tersebut. "Saya jalan kaki saja bersama keluarga untuk ke kampung halaman saya di Ciawi. Yang penting sampai ke rumah Ibu."

Menurut Silvi, mobil mereka dihentikan karena tak bisa menunjukkan berkas-berkas syarat mudik. Sekitar 9 orang anggota keluarga itu lantas memutuskan untuk melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts