Bersandar di Jateng, 13 ABK Asal Filipina Positif Corona Usai Berlayar dari India
Pexels/Edward Jenner
Nasional
COVID-19 di Indonesia

13 dari 20 ABK kapal Filipina dinyatakan positif terinfeksi virus Corona setelah berlayar dari India. Lantas, apakah mereka membawa varian baru B1617 India?

WowKeren - Sebanyak 13 ABK dari Kapal MV Hilma Buker yang bersandar di Pelabuhan Tanjung Intan Cilacap, Jawa Tengah, dinyatakan positif Corona. Kapal berbendera asing tersebut diketahui membawa gula rafinasi dari India.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cilacap Jawa Tengah menyatakan bahwa 13 ABK tersebut tengah menjalani perawatan di RSUP Cilacap. "Sementara ini (kondisi mereka) masih stabil," kata Kepala Dinkes Kabupaten Cilacap Pramesti Griana Dewi, dilansir dari Antara, Sabtu (8/5).

Meski berasal dari India, Pramesti belum dapat memastikan apakah virus Corona yang menginfeksi mereka merupakan varian B1617 yang menyebabkan "tsunami COVID-19" di negeri Bollywood tersebut. Pihaknya kini tengah menunggu hasil pemeriksaan Genome Squencing yang dilakukan oleh Balitbangkes Kemenkes di Jakarta.

"Hingga saat ini, hasilnya belum keluar. Sehingga kami pun belum bisa memastikan apakah itu varian baru atau bukan," ungkap Pramesti.

Di sisi lain, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berharap pemegang otoritas lebih ketat dalam menyeleksi "tamu asing" yang masuk ke wilayahnya. Seperti melakukan komunikasi terlebih dahulu sebelum kapal dari negara lain bersandar di pelabuhan setempat.


"Tentu saja saya belajar dari ini. Seluruh pemegang otoritas baik pelabuhan udara, kapal, apalagi yang akan menerima tamu, warga, barang dari negara asing apalagi di tempat-tempat yang sudah menjadi perhatian kita, seperti India harus diperketat," kata Ganjar kepada awak media, Sabtu (8/5).

Misalnya jika ada kapal yang datang dari negara yang menjadi perhatian kasus COVID-19 dunia, bisa ditahan dulu di lautan lepas sebelum diizinkan bersandar. Sebab Indonesia berisiko tinggi terkena dampaknya jika mereka mereka membawa virus Corona, terlebih dengan varian berbahaya.

"Kalau perlu, sebelum masuk harus komunikasi dulu. Sehingga kalau lah kemudian harus dilakukan pemeriksaan biarlah mereka berada di samudera lepas dulu, jangan sampai merapat dulu. Ini yang kita minta otoritas agar ketat melakukan itu," pungkas Ganjar.

Sebagai informasi, Kapal MV Hilma Buker bertolak dari India pada 14 April 2021 dan tiba di Cilacap pada 25 April 2021 sekitar pukul 16.00 WIB. Petugas KKP Kelas II Cilacap akhirnya memeriksa kapal asal Filipina yang mengangkut 20 ABK tersebut.

Setelah dilakukan tes swab PCR, 13 dari mereka dinyatakan positif COVID-19. Mereka sempat diminta melakukan isolasi mandiri di dalam kapal sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Cilacap.

(wk/eval)

You can share this post!

Related Posts