BPOM Tanggapi Kasus Pemuda Yang Dilaporkan Meninggal Usai Divaksin AstraZeneca
Unsplash/CDC
Nasional
Vaksin COVID-19

Buntut dari kasus pemuda yang dilaporkan meninggal usai menerima suntikan vaksin COVID-19 AstraZeneca kini menjadi sorotan publik. Menanggapi hal tersebut, BPOM buka suara.

WowKeren - Belakangan, tersiar kabar ada pemuda yang meninggal usai divaksin COVID-19 jenis AstraZeneca. Pria tersebut bernama Trio Fauqi Virdaus dan berusia 22 tahun. Ia meninggal satu hari setelah pelaksanaan vaksin.

Menanggapi hal tersebut, Juru Bicara Vaksinasi dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Lucia Rizka Andalusia menjamin bahwa vaksin AstraZeneca yang diberikan kepada masyarakat telah melalui proses penelitian dan kajian sesuai dengan pakem Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Penelitian itu bertujuan untuk melihat kesesuaian mutu produk.

"Setiap vaksin yang akan diedarkan telah melalui proses lot release di BPOM, untuk melihat kesesuaian mutu produk," terang Rizka saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (11/5).

Lot release sendiri merupakan persyaratan dari WHO yang berupa proses evaluasi untuk kemudian dilanjutkan oleh otoritas pengawas obat di setiap negara dengan menyesuaikan hasil uji. Lot release menjadi salah satu syarat yang digunakan untuk memastikan kualitas atau mutu obat maupun vaksin.


Rizka menegaskan bahwa Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) perlu melalui berbagai kajian dan investigasi. Maka dari itu, tidak dapat disimpulkan secara langsung apabila setiap KIPI dihubungkan dengan pemberian vaksin.

Rizka menjelaskan efek samping vaksin bersifat individual, sehingga perlu didalami lagi penyebab kejadian tersebut terkait dengan pemberian vaksin atau tidak. Ia meminta masyarakat untuk tidak berasumsi terlebih dahulu dan menunggu hasil kajian dari Komisi Nasional (Komnas) KIPI terkait kasus kematian yang menimpa Trio.

Sementara itu Ketua Komnas KIPI Hindra Irawan Satari menyatakan telah melakukan investigasi bersama Komda KIPI DKI Jakarta pada Jumat (7/5). Hingga kini, belum ada bukti konkret yang membuktikan keterkaitan antara kematian Trio dengan vaksin Asztrazeneca. Meski demikian, proses investigasi masih terus dilaksanakan.

"Saat ini Komnas KIPI sedang melakukan investigasi untuk melihat penyebab kematian," terang Hindra. "Apakah berhubungan dengan pemberian vaksin atau karena sebab lain."

Di sisi lain, Kementerian Kesehatan menyatakan program vaksinasi COVID-19 menggunakan vaksin AstraZeneca akan terus dilaksanakan meski kajian dan investigasi KIPI di DKI Jakarta belum selesai. Hal itu dikarenakan WHO sendiri telah merekomendasikan untuk tetap dilanjutkan.

(wk/wahy)

You can share this post!

Related Posts