Vaksin Sinovac Terbukti Efektif Turunkan Risiko Kematian COVID-19 RI Sampai 98 Persen
Wikimedia Commons/Elenktra
Nasional
Vaksin COVID-19

Indonesia menguatkan hasil penelitian kemanjuran vaksin Sinovac yang sebelumnya sudah dilakukan di negara lain, yakni jauh lebih efektif dibandingkan hasil uji klinisnya.

WowKeren - Sejauh ini Indonesia telah memulai program vaksinasi COVID-19 dengan menggunakan 3 produk, yakni Sinovac, AstraZeneca, dan Sinopharm yang baru akan diedarkan lewat program Vaksin Gotong Royong. Namun meski sudah diedarkan ke sampai jutaan masyarakat, kemanjuran dari vaksin ini acapkali masih dipertanyakan.

Kekinian Kementerian Kesehatan pun mengungkap tingkat efektivitas vaksin Sinovac dalam mengurangi risiko COVID-19 di Indonesia. Penelitian Kemenkes menunjukkan dosis lengkap vaksin dengan merek dagang CoronaVac itu mampu mengurangi risiko COVID-19 sampai 94 persen.

Tak hanya itu, jika merujuk pada aspek mengurangi risiko kematian akibat COVID-19, angkat efektivitas vaksin Sinovac bisa lebih tinggi lagi. Yakni mencapai 98 persen pada penelitian sampai hari ke-63.

"Pemberian vaksinasi dosis lengkap secara signifikan dapat menurunkan risiko dan mencegah COVID-19 bergejala bahkan hingga hari ke-63," ujar Ketua Tim Peneliti Efektivitas Vaksin Kemenkes, Pandji Dhewantara, dilansir dari Kompas TV, Jumat (14/5).


"Dan turunkan risiko perawatan dan kematian pada COVID-19 sampai 98 persen," imbuh Pandji. "Dibandingkan pada individu yang baru menerima dosis pertama."

Vaksin Sinovac juga disebut ampuh mencegah perawatan di rumah sakit sebesar 96 persen. Angka ini, tutur Pandji, didapatkan para peneliti dari riset terhadap 120 tenaga kesehatan di Indonesia.

Sebelumnya Menkes Budi Gunadi Sadikin melaporkan bahwa efektivitas vaksin milik Sinovac lebih baik di lapangan ketimbang hasil uji klinisnya. Hal ini tampak dari penelitian yang dilakukan di beberapa negara pemakai vaksin Sinovac, termasuk Indonesia.

Dalam wawancaranya yang dilansir Bloomberg, Budi Gunadi mengungkap fakta mengejutkan soal efektivitas vaksin Sinovac. "Hasilnya, penelitian menemukan vaksin tersebut melindungi 100 persen dari mereka (tenaga kesehatan yang sudah disuntik dosis penuh vaksin Sinovac) dari kematian dan 96 persen dari rawat inap setelah tujuh hari (inokulasi)," terang Budi, Selasa (11/5).

"Kami melihat penurunan yang sangat, sangat drastis, dalam rawat inap dan kematian di antara pekerja medis," imbuh Budi Gunadi. Data ini pun dikuatkan dengan hasil penelitian dari Brasil yang menunjukkan bahwa vaksin Sinovac lebih efektif daripada hasil yang ditunjukkan dalam fase pengujian.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts