Soroti Kasus COVID-19 di Sumatera dan Jawa, Doni Monardo Peringatkan Teori Ping-Pong
pixabay.com/Ilustrasi
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Adapun sekitar 440.014 orang tercatat telah menyeberang dari Merak menuju Bakauheni dan diprediksi kembali ke Pulau Jawa dalam waktu yang hampir bersamaan.

WowKeren - Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Doni Monardo menyoroti kasus virus corona di Pulau Jawa dan Sumatera. Menurutnya, Sumatera mengalami lonjakan kasus aktif COVID-19 selama sebulan terakhir, sedangkan kasus COVID-19 di Jawa relatif landai.

Doni pun menyatakan bahwa pihaknya mengantisipasi teori ping-pong kasus COVID-19 akibat arus mudik dan arus balik Lebaran 2021 ini. Mengingat warga yang lolos pulang kampung lebih awal berpotensi membawa virus kala kembali ke kota asal.

"Kami perlihatkan bahwa betul Sumatera mengalami tren kenaikan selama satu bulan terakhir ini. Sementara di Jawa angkanya relatif landai," papar Doni pada Sabtu (15/5). "Kami tidak ingin teori ping-pong ini terjadi."

Menurut Doni, keberhasilan penanganan pandemi COVID-19 di masa mudik Lebaran baru dapat dipastikan pada bulan Juni mendatang. "Kami baru merasa pasti mungkin pada awal minggu kedua Juni mendatang, baru kita bisa buktikan keberhasilan kita dalam penanganan pandemi COVID-19," kata Doni.


Adapun sekitar 440.014 orang tercatat menyeberang dari Merak menuju Bakauheni dan diprediksi kembali ke Pulau Jawa dalam waktu yang hampir bersamaan. Untuk mengantisipasi potensi penularan virus di arus balik, Satgas COVID-19 memastikan ketersediaan alat rapid test antigen.

Satgas COVID-19 disebut tengah mengirim pasokan dari Pulau Jawa ke wilayah Sumatera. Pemerintah juga bekerjasama dengan sejumlah pihak untuk memastikan kesiapan angkutan transportasi penerbangan.

"Kami mengoptimalkan seluruh kapal feri yang ada sebanyak 69 unit, kemudian dermaga diminta operasi full sebanyak tujuh dermaga," jelasnya. "Kemudian logistik yang ada di semua pos pemeriksaan baik yang ada di ruas jalan tol, non tol, dan Pelabuhan Bakauheni kami harapkan bisa optimal."

Selain alat rapid test antigen, rumah sakit, ruangan tes swab, hingga ruang isolasi juga telah disiapkan bagi pelaku perjalanan yang dinyatakan reaktif. Pemerintah pusat disebut akan menyediakan hotel dan losmen di Lampung apabila ruang isolasi yang disediakan Pemprov masih kurang.

"Mereka yang reaktif dengan swab antigen maka akan dibawa ke ruang isolasi, di sini pemerintah Provinsi Lampung siapkan beberapa fasilitas wisma dan rusun yang ada," pungkasnya. "Kalau masih kurang pemerintah pusat akan memberikan dukungan untuk siapkan hotel dan losmen yang tersedia di Lampung dan sekitarnya."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts