Batal Rp1 Juta, Segini Biaya Maksimal Untuk Vaksin COVID-19 Gotong Royong
Pixabay/Wilfried Pohnke
Nasional
Vaksin COVID-19

Lewat Keputusan Menteri Kesehatan, telah ditetapkan harga per dosis beserta biaya pelayanannya untuk program Vaksin Gotong Royong. Total per dosisnya tak mencapai Rp500 ribu.

WowKeren - Masuknya vaksin COVID-19 Sinopharm menjadi titik awal program Vaksinasi Gotong Royong di Indonesia. Bahkan Staf Khusus Kementerian BUMN, Arya Sinulingga, sebelumnya mengumumkan program ini siap diselenggarakan mulai Senin (17/5) besok.

Namun selain jadwal dan detail pelaksanaan, yang menjadi sorotan terkait Vaksin Gotong Royong tentu saja adalah harga yang dikenakan untuk setiap penerimanya. Dan lewat Surat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/4643/2021, ditetapkan bahwa harganya tidak mencapai Rp1 juta per orang.

Pemerintah menetapkan harga per dosis vaksin Sinopharm yang dipakai dalam program ini adalah Rp321.660. "Tarif maksimal pelayanan vaksinasi sebesar RP 117.910 (seratus tujuh belas ribu sembilan ratus sepuluh rupiah) per dosis," imbuh Menkes Budi Gunadi Sadikin dalam beleidnya, dikutip pada Minggu (16/5).

Dengan demikian, total harga per dosisnya mencapai Rp439.750 alias di bawah perkiraan sebelumnya yang mencapai Rp500 ribu. Beleid ini sendiri telah diteken Budi Gunadi pada Selasa (11/5) kemarin.


Tarif ini, dituturkan Budi Gunadi dalam beleidnya, merupakan harga tertinggi vaksin per dosis yang dibeli oleh pihak perusahaan. Harga ini sudah termasuk keuntungan 20 persen dan biaya distribusi ke kabupaten-kota, namun belum termasuk pajak pertambahan nilai (PPN).

"Batas tertinggi atau tarif per dosis untuk pelayanan vaksinasi gotong royong yang dilakukan oleh fasilitas pelayanan kesehatan milik masyarakat atau swasta," terang Budi Gunadi dalam keputusannya. "Sudah termasuk margin atau keuntungan 15 persen (lima belas persen), namun tidak termasuk pajak penghasilan (PPh)."

Namun hingga kini belum ada detail mengenai mekanisme dan jadwal pelaksanaan Vaksin Gotong Royong. Hanya dipastikan per penerima harus mendapatkan 2 dosis suntikan agar mendapat efek maksimal perlindungan. Sedangkan untuk perusahaan yang hendak bergabung dalam program ini bisa melalui Kamar Dagang dan Industri (KADIN).

Di sisi lain, vaksin Sinopharm bukan satu-satunya merek yang akan dipakai dalam program ini. Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir sebelumnya mengungkap vaksin Corona buatan Moderna juga akan dipakai untuk Vaksin Gotong Royong.

"Sampai hari ini kami sudah melakukan proses komunikasi dan juga negosiasi dengan dua pengembang vaksin (vaksin Sinopharm dan vaksin Moderna)," kata Honesti beberapa waktu lalu. Sedangkan BPOM sebelumnya juga sudah mengungkap 4 merek yang kemungkinan akan dipakai untuk program Vaksin Gotong Royong.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts