Komnas Kipi Sebut Ada Satu Lagi Kasus Kematian Usai Terima Vaksin AstraZeneca
pexels.com/Gustavo Fring
Nasional
Vaksin COVID-19

Ketua Komnas Kipi menyebutkan bahwa ada satu lagi warga yang meninggal usai menjalani vaksin Covid-19 jenis AstraZeneca. Warga tersebut merupakan seorang lansia.

WowKeren - Beberapa waktu lalu heboh kabar soal kematian seorang pemuda, Trio Fauqi Virdaus. Trio meninggal sehari setelah menerima vaksin Covid-19 AstraZeneca. Baru-baru ini, Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI) menyatakan ada dua warga DKI Jakarta yang meninggal usai menerima suntikan vaksin AstraZeneca.

Selain Trio Fridaus, Ketua Kipi, Hindra Irawan menyebut ada lagi seorang lansia yang meninggal. "Satu kasus Trio, satu lagi kasusnya sepertinya tidak terkait dengan vaksin AstraZeneca, lansia, tapi saya detailnya lupa," ujar Ketua Komnas KIPI Hindra Irawan Satari, dilansir dari CNNIndonesia, Senin (17/5).

Meski meninggal usai menerima vaksin, Hindra tak yakin kematian lansia tersebut terkait AstraZeneca. Hindra menyebut dalam pengamatan Komda dan Komnas KIPI belum pernah ada kejadian orang meninggal dunia akibat vaksinasi Covid-19 di Indonesia. Hindra menjelaskan bahwa dalam beberapa kasus sebelumnya, orang yang meninggal dunia usai vaksinasi Covid-19 disebabkan hal lain, bukan akibat dari vaksinasi yang diterimanya.


Hindra mengaku telah meminta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melakukan pengujian ulang. Menurutnya, sejauh ini pihaknya tak memiliki cukup data untuk memastikan apakah kematian kedua warga ibu kota tersebut berhubungan dengan vaksinasi.

"Sesuai pedoman WHO, kalau misal ada sampai yang meninggal, kemudian batch yang dipakai sama. Maka batch tersebut harus diuji toksisitas dan stabilitas oleh laboratorium yang certified dalam hal ini Indonesia punya BPOM," pungkasrnya.

Untuk itu, Hindra meminta publik menunggu sampai satu bulan ke depan terkait uji toksisitas dan sterilitas yang dilakukan oleh BPOM. Secara teknis, menurutnya, uji itu layaknya pengecekan apakah ada kuman atau bakteri terkandung pada batch vaksin hingga penyuntikan kepada binatang untuk melihat reaksinya.

Dua kasus KIPI di DKI itu juga sempat disampaikan Jubir Vaksinasi dari BPOM Lucia Rizka Andalusia melalui surat pada 11 Mei lalu. Ia menyatakan BPOM dalam proses investigasi terkait dua laporan KIPI serius yang diduga berkaitan dengan vaksin AstraZeneca.

(wk/amel)

You can share this post!

Related Posts