Kubu AHY Sebut Lebaran Jadi Momentum Yang Tepat Bagi Moeldoko Cs Untuk 'Tobat'
Instagram/agusyudhoyono
Nasional
Isu Kudeta Partai Demokrat

Partai Demokrat kubu AHY dan Moeldoko kembali melayangkan sindiran satu sama lain. Kubu AHY menyebut bahwa momentum lebaran menjadi saat yang tepat bagi Moeldoko cs untuk 'bertobat'.

WowKeren - Isu kudeta dalam Partai Demokrat (PD) tampaknya masih menjadi hal yang hangat diperbincangkan antar kubu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Moeldoko. Hal ini terlihat dari sikap saling sindir antar dua kubu tersebut.

Sebelumnya, Juru Bicara PD hasil Kongres Luar Biasa (KLB) Deli Serdang Muhammad Rahmad menyarankan agar Susilo Bambang Yudhoyono dan AHY meminta maaf kepada Presiden Joko Widodo, Menkumham Yasonna Laoly, dan KSP Moeldoko atas kekisruhan yang terjadi di partainya.

Menanggapi hal tersebut, Deputi Bappilu DPP PD kubu AHY Kamhar Lakumani angkat bicara. Kamhar menganggap pernyataan Rahmad dkk semakin menunjukkan tingkat frustasinya yang sudah akut. Ia menyebut momentum lebaran menjadi saat yang tepat bagi kubu Moeldoko untuk "bertobat".

"Publik memonitor perjalanan dan dinamika yang sempat menerpa Partai Demokrat beberapa waktu yang lalu," ujar Kamhar saat dihubungi Sindonews.com, Rabu (19/5).


"Jadi yang paling tepat pada momentum lebaran ini bagi mereka-mereka yang sebelumnya telah menempuh jalan 'sesat politik' termasuk Rahmad untuk 'bertobat'," lanjutnya. "Dengan sungguh-sungguh agar tak merusak ibadahnya di bulan Ramadan yang lalu."

Menurut Kamhar, kudeta yang dilakukan kubu Moeldoko telah gagal dan dimenangkan oleh AHY, baik dari aspek hukum, politik, maupun sosial. Lebih lanjut, solidaritas yang kuat di bawah kepemimpinan AHY dan dukungan dari berbagai elemen civil society, partai berlambang bintang mercy itu dapat menjaga kedaulatannya dan mempertahankan apa yang menjadi haknya.

Sebagai pengingat, Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) telah menolak mengesahkan hasil kepengurusan PD KLB Deli Serdang yang diketuai oleh Moeldoko pada 31 Maret lalu. Yasonna menegaskan bahwa SK Kepengurusan PD kubu Moeldoko tidak disahkan oleh pemerintah.

AHY pun selaku Ketua Umum (Ketum) PD telah mengatakan pihaknya tidak perlu untuk meminta maaf kepada pemerintah. Menurutnya, apa yang dilakukan pihaknya waktu itu bukan menuduh pemerintah, tetapi klarifikasi atas kisruhnya Partai Demokrat.

(wk/wahy)

You can share this post!

Related Posts