Gubernur Bengkulu Tak Setujui Sanksi Yang Diberikan Kepada Siswa Hina Palestina
Instagram/rohidin.mersyah
Nasional

Siswa SMA di Bengkulu Tengah yang menggunggah video berisikan hinaan terhadap Palestina dikeluarkan dari sekolahnya. Menanggapi hal tersebut, Gubernur Bengkulu merasa hukuman tersebut merugikan pelajarnya.

WowKeren - Siswa SMA di Bengkulu Tengah yang menghina Palestina dikenai sanksi berupa drop out (DO) atau dikeluarkan dari sekolah. Mengetahui hal tersebut, Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah merasa tidak setuju dengan hukuman itu.

"Seharusnya hak pelajar jangan diputus karena bila diputus, akan merugikan pelajar tersebut," tutur Rohidin kepada wartawan, Rabu (19/5).

Menurut Rohidin, sanksi DO itu malah merugikan siswa yang bersangkutan. Ia mengatakan, siswa yang menghina Palestina tersebut harusnya diberi pembinaan bukan malah dikeluarkan dari sekolah.

Selain itu, Rohidin juga meminta peran guru bisa lebih dimaksimalkan dalam mendidik pelajarnya. Ia mengingatkan agar para pelajar bisa lebih bijak dalam menggunakan sosial media.

"Saya minta peran guru agar bisa lebih ditingkatkan dan dapat mengontrol peserta didik mereka di sekolah," terang Rohidin. "Mulai saat ini, saya minta agar seluruh pelajar baik pun mahasiswa agar bisa lebih bijak menggunakan sosial media."


Sebelumnya, Kepala Cabang Dinas Pendidikan wilayah VIII Kabupaten Bengkulu Tengah, Adang Parlindungan mengatakan bahwa siswa tersebut dikembalikan ke orangtuanya atau di DO dari sekolah. Keputusan tersebut diambil berdasarkan dari hasil rapat pada Senin (17/5).

"Hasil rapat sudah jelas atas perbuatan yang dilakukan MS membuat nama pendidikan di Bengkulu Tengah terluka dan solusinya pihak sekolah mengembalikannya ke orangtuanya," terang Adang saat dikonfirmasi Detiknews.com, Selasa (18/5).

Pada rapat kemarin, pihak sekolah memanggil yang bersangkutan bersama dengan orangtuanya. Pihak sekolah pun turut mengundang pihak TNI, Polri, dan anggota DPRD Bengkulu Tengah.

Tidak hanya itu, pihak sekolah juga mengundang ulama serta tokoh agama setempat untuk mencari solusi terkait kasus penghinaan Palestina. Dalam pertemuan itu, terlihat ibu dari yang bersangkutan menangis pilu.

Siswa SMA itu pun telah meminta maaf atas unggahannya yang mengandung hinaan terhadap Palestina melalui sebuah aplikasi. Ia mengaku siap menerima risiko dan hukuman atas unggahannya itu.

(wk/wahy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait