Sempat 'Hijrah' ke Mekkah di Tahun 2017, Habib Rizieq: Demi Hindari   Pertumpahan Darah
Nasional

Saat menjalani sidang pledoi kasus kerumunan massa di Petamburan pada Kamis (20/5), Habib Rizieq Shihab mengungkap alasannya menetap di Mekkah pada 2017 lalu. Seperti apa?

WowKeren - Habib Rizieq Shihab menjalani sidang pledoi atas kasus kerumunan massa di Petamburan pada Kamis (20/5). Dalam kesempatan ini, dia mengungkapkan alasannya sempat "hijrah" ke Mekkah, Arab Saudi, pada tahun 2017 lalu.

Diketahui, Rizieq tiba-tiba menetap di Kota Mekkah karena eskalasi politik Indonesia memanas usai Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kalah di Pilkada DKI Jakarta tahun 2017. Kala itu Ahok - Djarot kalah dari rivalnya, pasangan Anies Baswedan - Sandiaga Uno.

Bukan tanpa alasan, Rizieq meninggalkan Indonesia karena ingin menghindari potensi konflik horizontal di Indonesia. Sebab menurutnya, eskalasi politik saat itu bisa memicu pertumpahan darah.

"Eskalasi politik saat itu semakin memanas dan masyarakat di akar rumput juga semakin terbelah, sehingga di mana-mana rawan bentrok antar pendukung," kata Habib Rizieq di Pengadilan Negeri Jakarta Timur. "Karena itulah, saya dan Keluarga memilih jalan untuk sementara waktu hijrah ke Kota Suci Mekkah."

Atas dasar itu, Rizieq akhirnya mengambil visa izin tinggal selama setahun di Kota Mekkah. Saat itu ia berharap situasi bisa kembali normal dalam kurun waktu satu tahun.

"Karena itulah, saya dan keluarga memilih jalan untuk sementara waktu hijrah ke Kota Suci Mekkah, demi menghindarkan konflik horizontal yang bisa mengantarkan kepada kerusuhan dan pertumpahan darah," jelas Rizieq.

Namun, perkiraan Rizieq meleset. Ia mengungkapkan bahwa rekan-rekannya di Tanah Air terus diteror dan mendapat perlakuan diskriminasi dari masyarakat. Karena itulah ia memutuskan untuk segera kembali ke Indonesia.


Rizieq mengungkapkan, "Bahkan terjadi upaya percobaan pembunuhan terhadap saksi ahli IT yang membela saya dengan ditusuk-tusuk di jalan tol di hadapan isterinya. Belum lagi terjadi sabotase dalam acara Reuni 212 pada tahun 2019 dengan peledakan BOM PIPA di lokasi acara di Monas."

Dia juga mengaku sering diintimidasi dan diteror saat tinggal di Mekkah. Bahkan menurutnya, ada operasi intelijen hitam yang memberi info palsu kepada Pemerintah Saudi untuk memfitnahnya.

Karena itulah Rizieq akhirnya diinterogasi oleh Kantor Penyidik Intelijen Arab Saudi. Ia bahkan dilarang meninggalkan negara tersebut atas permintaan Pemerintah Indonesia.

"Saya bersama keluarga sudah check in sekaligus memasukkan bagasi ke pesawat di Bandara Internasional Kota Jeddah untuk pulang ke Indonesia, ternyata saya dicekal," keluh Rizieq.

Rizieq juga mengaku sudah berusaha semaksimal mungkin untuk pulang ke Indonesia meski selalu menemui kegagalan. Ia juga menuding Kedubes RI di Arab Saudi kerap memojokkannya dengan pernyataan yang kontroversial.

"Sehingga kami tinggal di Kota Suci Mekkah selama tiga setengah tahun, di mana masa yang setahun dengan menggunakan visa izin tinggal, sedang masa yang dua setengah tahun tanpa visa izin tinggal. Karena pencekalan tersebut telah menyebabkan kami over stay yaitu melewati batas waktu visa izin," pungkasnya.

Pernyataan Rizieq tersebut berkaitan dengan kasus hukum yang menjeratnya saat ini. Sebab menurutnya, dia diusut dalam kasus kerumunan Petamburan dan Megamendung karena dendam politik kelompok oligarki sebagai imbas kekalahan Ahok di Pilkada DKI Jakarta 4 tahun lalu.

(wk/eval)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait