Tak lagi sebatas imported case, kasus positif COVID-19 dari varian India B.1.617 ternyata juga sudah ditularkan lewat transmisi lokal. Begini penjelasan Kemenkes.
- Elvariza Opita
- Kamis, 20 Mei 2021 - 13:49 WIB
WowKeren - Indonesia harus mewaspadai masuknya 3 mutasi virus Corona, yakni varian Inggris (B.1.1.7), Afrika Selatan (B.1.351), dan India (B.1.617). Dan di tengah situasi tersebut, Indonesia rupanya sudah dihadapkan dengan temuan kasus transmisi lokal.
Kasus penularan lokal ini pun dibenarkan oleh Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi. Dengan adanya kasus ini, dijelaskan Siti Nadia, maka kasus COVID-19 B.1.617 di Indonesia tidak hanya berupa imported case yang dibawa dari luar negeri saja.
Namun Siti Nadia kemudian mengungkap fakta penting bahwa kasus semacam ini bukanlah hal baru di Indonesia. Kasus transmisi lokal COVID-19 B.1.617 di Jakarta oleh satu WNI pun, tutur Siti Nadia, sudah terdata oleh Kemenkes.
"Benar memang ada penularan secara transmisi lokal varian B.1.617 terhadap WNI di Jakarta. Tetapi ini bukan kasus baru," kata Siti Nadia kepada Kompas, Kamis (20/5).
"Ini masuk data dua kasus penularan COVID-19 mutasi B.1.617 yang tercatat di Jakarta. Satu kasus adalah WNA India dan satu kasus WNI," imbuh Juru Bicara Vaksinasi dari Kemenkes itu.
Menurut Siti Nadia, WNI yang bersangkutan bekerja sebagai tenaga kesehatan. "Kemungkinan (tertular) dari klien pasiennya," papar Siti Nadia.
Informasi terbaru Kemenkes mengungkap ada 10 kasus positif COVID-19 yang tertular varian B.1.617 dengan periode pencatatan dari Januari 2021 sampai Rabu (19/5). Transmisi lokal yang menjangkiti satu WNI di Jakarta itu, terang Siti Nadia, sudah masuk dalam data ini.
Sebelumnya Kemenkes mengonfirmasi adanya 27 kasus positif COVID-19 yang disebabkan oleh ketiga varian baru virus Corona tersebut. "Semua ada 27 kasus. Rinciannya 27 itu adalah B.1.1.7 ada 14 kasus, dan B.1.617 ada 10 kasus, serta 1 kasus B.1.525, dan 2 kasus B.1.351," terang Siti Nadia, Rabu (19/5).
Terkait dengan keberadaan varian baru COVID-19 ini, Siti Nadia mengungkap Kemenkes akan terus melakukan penelusuran genomik atau whole genome sequencing untuk memonitor pola penyebarannya. Sebab varian baru COVID-19 ini baru bisa dikonfirmasi jika melakukan whole genome sequencing.
(wk/elva)