Klaster Lebaran Mulai Muncul, 10 Warga di Satu RT Positif COVID-19 Berujung Lockdown Mikro
flickr/132646954@N02
Nasional

Sebelumnya pemerintah sudah melarang masyarakat untuk mudik namun beberapa masih ada yang berhasil lolos. Kini sejumlah kasus imbas mudik Lebaran mulai ditemukan.

WowKeren - Pemerintah telah mengantisipasi lonjakan kasus COVID-19 pasca libur Lebaran yang jatuh bersamaan dengan Kenaikan Isa Almasih. Salah satunya dengan melakukan pembatasan ketat atas mobilitas warga, khususnya bila keluar daerah atau mudik.

Namun kekinian klaster Lebaran mulai bermunculan karena masih cukup tingginya angka ketidakpatuhan warga atas anjuran pemerintah. Seperti yang ditemukan di satu lingkungan RT di Ciracas, Jakarta Timur di mana 10 warga dikonfirmasi positif COVID-19 pasca pulang dari mudik Lebaran.

"Ciracas itu sampai menyebar 10 orang di satu RT," terang Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus, Jumat (21/5). "Makanya kami lakukan micro lockdown di sana."

Klaster ini ditemukan usai 3 pemudik yang baru kembali ke Jakarta terkonfirmasi reaktif oleh tim Satuan Tugas COVID-19. Pelacakan pun dilanjutkan dan ditemukan 7 orang dengan riwayat kontak dekat juga terkonfirmasi reaktif.

Selain 10 warga di Ciracas, polisi juga menemukan 16 orang positif COVID-19 di Cipayung, Jaktim. Seperti di Ciracas, mereka juga merupakan pemudik yang menjalani tes swab antigen setelah kembali dari kampung halaman.

"Jadi ini akan kami awasi. Jangan sampai nanti terjadi penyebaran COVID-19," tegas Yusri.


Hal senada juga ditemukan di Perumahan Griya Melati, Kota Bogor, Jawa Barat. Bahkan jumlah yang terkonfirmasi lebih banyak lagi yakni 32 orang dalam satu kompleks perumahan.

Klaster ini bermula dari seorang warga yang baru pulang dari luar kota dan kemudian mengikuti kegiatan keagamaan di masjid setempat. Individu yang bersangkutan kemudian merasa tidak enak badan dan melakukan tes cepat antigen pada Kamis (13/5).

Warga tersebut lantas dikonfirmasi positif berdasarkan hasil tes cepatnya sehingga segera dilakukan pelacakan. Dan sampai saat ini total ada 32 orang yang ditemukan positif COVID-19 dari pelacakan atas kasus pertama.

Satgas COVID-19 pun segera melakukan pembatasan kegiatan masyarakat skala mikro di perumahan tersebut. "Warga yang terpapar COVID-19 diminta untuk melakukan isolasi mandiri. Aktivitasnya di dalam rumah saja tapi diberikan bantuan bahan makanan," ujar Kapolresta Bogor, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro.

Aparat gabungan TNI dan Polri pun diterjunkan untuk mengawasi kompleks tersebut. Bagi warga yang tidak dikonfirmasi positif COVID-19 pun pergerakannya sangat dibatas di dalam perumahan saja kecuali dalam keperluan yang sangat penting dan urgen.

Pembatasan berupa jam malam juga diberlakukan. "Setelah pukul 20.00 WIB tidak ada lagi warga perumahan yang keluar kompleks serta tidak ada lagi orang luar yang datang ke perumahan," papar Susatyo.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait