Satgas COVID-19 mengingatkan beberapa faktor yang menyebabkan Indonesia sangat mungkin terpapar gelombang kedua wabah. Berikut penjelasan Satgas selengkapnya.
- Elvariza Opita
- Sabtu, 22 Mei 2021 - 16:56 WIB
WowKeren - Presiden Joko Widodo sudah mengingatkan potensi gelombang 2 wabah COVID-19 di Indonesia. Kini giliran Satuan Tugas Penanganan COVID-19 yang mengingatkan potensi serupa.
Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas COVID-19, Sonny Hari B Harmadi membeberkan setidaknya 2 faktor penyebab gelombang kedua ini. "Kemungkinan gelombang kedua itu bisa saja terjadi. Saat ini kenaikan kasus positif sudah mulai terjadi," terang Sonny dalam salah satu diskusi daring, Sabtu (22/5).
Kenaikan ini, menurut Sonny, paling banyak terjadi di Riau, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Dan kontribusinya pun tak main-main sebab membuat kasus COVID-19 skala nasional juga bertambah drastis.
Menurut Sonny, situasi ini selayaknya implementasi teori pingpong yang sempat dikhawatirkan Ketua Satgas COVID-19, Doni Monardo. "Dari Jawa ke Sumatera, Sumatera ke Jawa dan seterusnya," ujar Sonny.
"Makanya kami melakukan berbagai upaya mitigasi," imbuhnya. "Agar apabila ada kenaikan, kita bisa menekan kenaikan itu semaksimal mungkin."
Faktor penyebab kedua adalah tingkat kepatuhan protokol kesehatan yang mulai menurun setidaknya dalam sebulan terakhir. Kemudian situasi ini diperparah dengan mobilitas masyarakat yang cenderung naik karena arus mudik-balik dan libur Lebaran-Kenaikan Isa Almasih.
"Ini cenderung mendukung potensi kenaikan kasus," tegasnya. Spesifik pada soal kepatuhan protokol kesehatan, disebutkan Sonny juga dipengaruhi oleh pengetahuan serta motivasi masyarakat itu sendiri.
Motivasi masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan memang masih naik-turun. Hal ini dipengaruhi oleh pengetahuan masyarakat yang juga dipengaruhi oleh banyaknya hoaks yang beredar.
"Misalnya ada informasi soal orang kalau pakai masker terlalu lama itu mengurangi saturasi oksigen lalu itu berdampak kepada yang membaca informasinya," pungkas Sonny. "Sehingga hoaks-hoaks semacam itu yang saat ini kita perangi."
Sebelumnya Jokowi memang menyoroti soal belum adanya tanda-tanda pandemi COVID-19 akan mereda. Sedangkan sebelumnya Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga menilai tahun kedua pandemi COVID-19 akan berjalan lebih berat, bahkan bukan tidak mungkin bakal lebih banyak kematian yang terjadi.
(wk/elva)