Belakangan, PDIP menyebut salah satu kadernya yakni Gubernur Jateng Ganjar Pranowo sebagai sosok yang terlalu ambisius maju Pilpres 2024. Pakar mengatakan bahwa hal tersebut wajar untuk seorang politisi.
- Wahyu
- Senin, 24 Mei 2021 - 11:43 WIB
WowKeren - Baru-baru ini, PDIP menggelar sebuah pertemuan di Jawa Tengah yang juga dihadiri oleh Ketua DPR RI Puan Maharani. Akan tetapi dalam acara tersebut, tidak terlihat sosok Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, padahal juga merupakan kader dari PDI Perjuangan.
Tidak hadirnya Ganjar diketahui karena memang tidak diundang dalam acara tersebut. Hal itu lantaran Ganjar dinilai terlalu ambisius untuk maju di Pilpres 2024 nanti.
Menanggapi hal tersebut, peneliti politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Aisah Putri Budiarti menilai tidak ada yang salah dengan politikus dan ambisinya. "Kalau saya melihat setiap politisi wajar menyiapkan dirinya untuk ke ruang politik yang lebih tinggi, karena memang politik identik dengan kompetensi kuasa politik," terang Aisah saat dihubungi Liputan6.com, Senin (24/5).
Aisah menilai sangat wajar jika Ganjar mulai menatap masa depan karir politiknya, sebab dia telah dua periode menjabat Gubernur di Jateng. Apalagi nama Ganjar belakangan ini sering masuk ke dalam lembaga survei mengenai Pilpres 2024.
"Saat Ganjar sudah dua periode sebagai gubernur, maka ruang selanjutnya adalah memang posisi gubernur di tempat lain (misal, DKI Jakarta), posisi menteri atau bahkan Wapres/Presiden," jelas Aisah. "Dengan situasi bahwa nama Ganjar masuk dalam daftar bakal Capres dalam berbagai survei, maka wajar menurut saya ketika Ganjar berupaya kuat untuk mempertahankan itu dan bahkan memperkuat posisinya."
Lebih lanjut, Aisah juga menilai dari segi elektabilitas Ganjar berada jauh di atas kader PDI Perjuangan yang lain, termasuk Puan. Hal itu tentunya menjadi modal awal bagi Ganjar untuk bisa terus melangkah maju di Pilpres 2024.
"Situasi ini menjadi starting point baik untuk Ganjar, kalau ia maju kepada langkah politik selanjutnya ke Pemilu 2024," tutup Aisah. "Dari segi elektabilitas, Ganjar memang menjadi kader PDIP yang unggul dan kader lain tampaknya belum mampu mendekati elektabilitas tersebut."
(wk/wahy)