Satgas COVID-19 Minta Optimalkan Tes Antigen Terhadap Pemudik Usai Lebaran 2021
Instagram/bnpb_indonesia
Nasional
Idul Fitri 2021

Pemerintah saat ini tengah mengantisipasi dan berupaya agar tidak terjadi lonjakan kasus COVID-19 usai lebaran 2021. Ketua Satgas COVID-19 tak henti-hentinya mengingatkan pemudik untuk melakukan tes rapid antigen.

WowKeren - Kasus COVID-19 klaster libur lebaran 2021 diketahui mulai bermunculan. Maka dari itu, Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Doni Monardo kembali menegaskan agar pengecekan tes antigen para pelaku perjalanan dioptimalkan, termasuk di Pelabuhan Bakauheni, Lampung.

Pengecekan tes antigen bagi para pelaku perjalanan sangat penting karena sebagai bentuk upaya mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus COVID-19 usai libur lebaran 2021. Meski pemerintah telah melarang mudik, masih ada sejumlah masyarakat yang melanggarnya.

Doni mengatakan saat ini terlihat ada perbedaan karakteristik perkembangan COVID-19 di Sumatra dan Jawa. Jika di Jawa kasus aktif cenderung menurun diikuti pengurangan pasien di rumah sakit. Maka sebaliknya, di Sumatra justru mengalami kenaikan dan sejumlah daerah masuk kategori zona oranye dan merah.

"Kita harus kontrol dengan baik," tutur Doni, Senin (24/5). "Jangan sampai masyarakat terbukti positif COVID-19 lalu lolos menyeberang dari Sumatra, maka akan menulari keluarga lainnya di Pulau Jawa."


Sementara itu, sampai dengan Sabtu (22/5), ada sekitar 383 pelaku perjalanan dari seluruh wilayah pengecekan di Lampung yang dinyatakan positif COVID-19. Lampung sendiri memiliki tujuh titik pengecekan tes antigen yakni di Pos Rest Area KM 172 B, Pos Rest Area KM 82 B, Pos Rest Area KM 20 B, Pos Pelabuhan Bandar Bakau, Bandar Bakau Jaya, Pos Simpang Hatta dan Begadang IV.

"Angka ini cukup besar, maka kalau sampai lolos tentu berpotensi menulari keluarga lainnya di Pulau Jawa," tegas Doni. "Karena itu, kita harus perketat lagi pengecekan."

Di sisi lain, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menambahkan bahwa upaya menekan penyebaran COVID-19 harus dilakukan secara intensif. Salah satunya yakni pengecekan dokumen tes antigen sebagai syarat yang harus dipenuhi oleh pelaku perjalanan.

"Memang harus ada upaya lebih dari kita untuk menekan angka COVID-19 ini untuk melakukan mandatory checking rapid antigen bagi seluruh penumpang penyeberangan, terutama jalur Sumatra-Jawa," jelas Budi. "Jangan sampai ada yang lolos, karena banyak cara yang mungkin dilakukan, kita harus melakukan kontrol dengan baik."

(wk/wahy)

You can share this post!

Related Posts