Seorang warga Kota Denpasar dikabarkan meninggal dunia 2 hari setelah menerima vaksinasi COVID-19 AstraZeneca. Kasus ini menambah panjang daftar KIPI diduga terkait AstraZeneca.
- Elvariza Opita
- Senin, 24 Mei 2021 - 19:51 WIB
WowKeren - Beberapa waktu belakangan kasus kematian yang diduga terkait vaksin COVID-19 AstraZeneca terus menjadi sorotan. Kini kembali ditemukan satu kasus terkait di Kota Denpasar, Bali.
Adalah Muhamad Abdul Malanua (43) yang dilaporkan meninggal dunia dua hari setelah menerima suntikan vaksin AstraZeneca. Kini Dinas Kesehatan dan tim Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) setempat pun sudah turun tangan untuk menginvestigasi kasus kematian tersebut.
"Iya, kan nanti dicek dulu oleh tim KIPI," ujar Kepala Dinkes Kota Denpasar, Ni Luh Sri Armini, Senin (24/5). "Kita enggak boleh menyimpulkan apakah relasi (kematian Malanua) dengan vaksin atau penyakit lain."
Disebutkan Malanua yang ditemukan meninggal di indekosnya itu sempat berobat ke klinik sehari sebelum divaksin karena vertigo dan hipertensi. Lantas adakah kaitan kabar ini dengan meninggalnya Malanua?
Sri Armini tak menjelaskan gamblang, namun ia meyakini proses skrining vaksinasi di fasilitas kesehatan sudah dilaksanakan secara ketat. Sri Armini menegaskan akan meminta keterangan pihak fasilitas kesehatan penyuntik vaksin kepada korban, serta menegaskan bahwa penerima dengan riwayat hipertensi di bawah 180 mmHg masih diperbolehkan mengikuti vaksinasi.
Sementara itu, ipar Malanua, Iqrima, mengaku tidak tahu jika almarhum telah menerima vaksin COVID-19. Kendati demikian ia membenarkan apabila Malanua mengidap hipertensi selama beberapa tahun belakangan walau tak pernah terlihat sakit parah.
Menurut Iqrima pula, pihak keluarganya menolak melakukan autopsi terhadap jenazah Malanua. "Diikhlaskan, ini sudah takdirnya dan kita enggak mau mempermasalahkan," jelas Iqrima di RSUP Sanglah.
Perihal banyaknya dugaan KIPI terkait AstraZeneca ini pun menjadi sorotan Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono. Ia membenarkan jika angka KIPI vaksin AstraZeneca sedikit lebih tinggi daripada Sinovac.
"Hanya, dari nilai kemanfaatan antara vaksin AstraZeneca dan Sinovac adalah sama," sambung Dante di acara vaksinasi di Perpusnas, Jakarta, Senin (24/5). Kendati demikian, saat ini pemerintah terus melakukan evaluasi terhadap KIPI yang muncul.
Karena itulah, Dante mengingatkan agar penerima vaksin segera melapor ke pusat vaksinasi terkait jika mengalami efek samping. "Untuk hasil kajian KIPI dengan batasan usia sedang kami bahas dan dalam minggu-minggu ini kami keluarkan," pungkasnya.
(wk/elva)