Bukan cuma wilayah Surabaya, BMKG mengingatkan semua masyarakat yang bermukim di daerah pesisir agar mewaspadai pasang air laut yang tinggi akibat gerhana bulan total.
- Elvariza Opita
- Rabu, 26 Mei 2021 - 17:14 WIB
WowKeren - Fenomena langit langka nan menakjubkan, yakni gerhana bulan total alias super blood moon akan terjadi Rabu (26/5) malam nanti. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap gerhana bulan total ini akan mencapai puncaknya mulai pukul 18.18.43 WIB dan berakhir sekitar pukul 20.51.14 WIB.
Warganet pun menyambut antusias fenomena yang konon terjadi setiap 195 tahun sekali ini. Kementerian Agama RI pun mengimbau masyarakat Muslim untuk menyelenggarakan salat Gerhana sesuai dengan panduan protokol kesehatan lantaran masih berada di tengah pandemi COVID-19.
Namun bukan hanya itu, super blood moon nanti malam akan diiringi dengan sejumlah fenomena alam. Salah satunya kenaikan muka air laut sehingga menyebabkan pasang yang bisa mencapai daratan.
Karena itulah, BMKG mengimbau seluruh warga di pesisir agar mengantisipasi terjadinya banjir rob. Salah satu yang ikut berpotensi mengalaminya adalah daerah pesisir Surabaya, Jawa Timur.
"(Gerhana bulan total) pengaruhnya terhadap pasang surut air laut," tutur Prakirawan BMKG Klas II Maritim Tanjung Perak Surabaya, Prasetyo Umar Firdianto, Rabu (26/5). "Berdampak pada banjir rob di wilayah pesisir Surabaya."
Lebih spesifik dijelaskan, wilayah yang berpotensi mengalami banjir rob adalah pesisir Surabaya barat, Pelabuhan Surabaya, pesisir Surabaya timur hingga pesisir Sidoarjo dan Pasuruan. Banjir rob dampak gerhana bulan total ini, menurut Prasetyo, berpotensi terjadi hingga Sabtu (29/5) pukul 10.00-12.00 WIB mendatang.
"Ketinggian banjir rob dapat mencapai 10 hingga 20 cm," jelas Prasetyo, dilansir dari Detik News. "Yang diprediksi terjadi pada tanggal 25 sampai 29 Mei 2021 pada pukul 10.00 hingga 12.00 WIB setiap harinya."
Karena itulah, Prasetyo mengimbau masyarakat yang bermukim di pesisir pantai agar lebih meningkatkan kewaspadaan. Bukan cuma itu, sifat air rob yang licin dan korosif ini juga patut diwaspadai terutama karena berbahaya bagi kendaraan.
"Imbauan untuk masyarakat pesisir terutama pada tanggal 25 hingga 26 Mei, yang daerahnya menjadi langganan air pasang, mohon untuk lebih berhati-hati," ujar Prasetyo. "Karena mungkin jalanan bisa tergenang oleh air pasang yang selain licin, sifat air laut yang korosif dapat berbahaya bagi kendaraan."
(wk/elva)