Nadiem Makarim Pastikan Pembelajaran Tatap Muka Mulai Juli Beda Dari Sekolah Biasa
Facebook/Kemdikbud.RI
Nasional
Sekolah di Tengah Corona

Sekolah tatap muka yang siap digelar mulai Juli 2021 mendatang dipastikan Mendikbudristek Nadiem Makarim berjalan dengan mekanisme berbeda, seperti apa?

WowKeren - Indonesia akan membuka kembali sekolah tatap muka mulai tahun ajaran baru bulan Juli 2021 mendatang. Hal ini seketika menjadi pro dan kontra karena Satuan Tugas Penanganan COVID-19 mengungkap anak usia sekolah saja menyumbang hampir 10 persen kasus positif di Indonesia.

Meski demikian Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim memastikan bahwa sekolah tatap muka yang akan digelar berbeda dengan anggapan masyarakat saat ini. Sebab berbeda dengan sekolah tatap muka biasa, pembelajaran yang digelar Juli mendatang bersifat terbatas.

"Apa yang Bapak Presiden sampaikan pada Senin (7/6) lalu benar bahwa pembelajaran yang kita upayakan bersama adalah tatap muka terbatas. Sekali lagi, terbatas," tegas Nadiem di Kantor Kemendikbudristek, Jakarta, Rabu (9/6).

Nadiem lantas mengutip instruksi Presiden Joko Widodo soal pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas 2021. Seperti kelas maksimal diisi 25 persen kapasitas, kegiatan belajar mengajar dua jam dalam sehari, dan dilaksanakan maksimal dua kali seminggu.


"Sekolah yang sudah atau dalam proses melakukan PTM terbatas dengan durasi belajar dan jumlah murid berbeda tetap diperbolehkan," ujar Nadiem, seperti dilansir dari laman resmi Kemdikbudristek, Kamis (10/9). "Selama mengikuti protokol kesehatan dan di bawah batas maksimal yang tercantum dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi COVID-19."

Nadiem memastikan tidak ada perubahan dalam SKB Empat Menteri yang menjadi dasar pembukaan sekolah tatap muka. "SKB tersebut menuangkan aturan maksimal. Sekolah bisa menerapkan PTM terbatas dengan sedikit demi sedikit," jelasnya.

Menurut Nadiem sudah ada sekitar 30 persen satuan pendidikan yang melakukan PTM terbatas sesuai situasi dan kondisi masing-masing. Perihal sekolah tatap muka ini sangat diupayakan karena pembelajaran jarak jauh (PJJ) pada kenyataannya menyulitkan anak.

"Seperti halnya para guru, orang tua, dan murid yang saya dengar langsung keluhannya dalam melakukan pembelajaran jarak jauh," kata Nadiem. "Bapak Presiden juga menyampaikan kepeduliannya."

"Beliau menyampaikan, kita harus memiliki keberanian untuk mendorong PTM terbatas," imbuhnya. "Yang tentu saja disertai penerapan protokol kesehatan yang sangat ketat."

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts