Pemerintah RI Disarankan Gerak Cepat Lobi AS Soal Sumbangan Vaksin Pfizer
Unsplash/Mufid Majnun
Nasional
Vaksin COVID-19

Epidemiolog Universitas Indonesia Pandu Riono menyarankan agar pemerintah menggunakan vaksin COVID-19 di luar Sinovac untuk kemungkinan suntikan dosis ketiga.

WowKeren - Pemerintah Amerika Serikat (AS) siap membagikan 500 juta dosis COVID-19 Pfizer-BioNTech kepada sekitar 100 negara tahun depan. Pemerintahan yang dipimpin Presiden Joe Biden tersebut telah berjanji untuk menyumbangkan setidaknya 80 juta dosis vaksin COVID-19 pada akhir bulan, dimulai dengan tahap awal sebesar 25 juta.

Epidemiolog UI Pandu Riono lantas menyarankan agar pemerintah Indonesia bergerak cepat untuk melobi AS dalam mendapatkan jatah vaksin tersebut. "Amerika akan menyumbang 500 juta vaksin, kalau Indonesia pinter lobi Joe Biden, karena yang disumbang kan Pfizer dan Moderna," kata Pandu dikutip dari Kumparan, Kamis (10/6).

Pandu sendiri menyarankan agar pemerintah menggunakan vaksin COVID-19 di luar Sinovac untuk kemungkinan suntikan dosis ketiga. Menurut Pandu, vaksin Pfizer dan Moderna merupakan pilihan terbaik.

"Akan buang-buang waktu kalau pakai Sinovac lagi, jadi penelitian ditambahkan yang sudah 2 kali (suntik). Datanya dibandingkan yang dapat Sinovac berapa, vaksin lain berapa. ," jelas Pandu. "Harus vaksin teknologi lain, bisa AstraZeneca atau Pfizer atau Moderna. Logika saya sebaiknya dibandingkan dengan best available in the world (Pfizer dan Moderna)."


Sebagai informasi, efikasi alias kemanjuran vaksin Sinovac di sejumlah negara berkisar pada 60 hingga 75 persen. Sedangkan efikasi vaksin Pfizer dan Moderna berada di atas 90 persen.

Namun, apakah menggunakan vaksin berbeda jenis untuk suntikan ketiga dapat menyebabkan efek samping? "Kita kan ngukur efek perlindungan, kalau ada efek lain bisa sekalian boleh dibandingkan, kalau satu kelompok dikasih Sinovac, satu dikasih Pfizer mana yang lebih baik," pungkasnya.

Adapun Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran, Prof Kusnandi Rusmil, sebelumnya mengungkapkan kemungkinan suntik dosis ketiga vaksin corona. Menurutnya, hal tersebut akan diputuskan pada September mendatang karena penelitian vaksin Sinovac memasuki satu tahun pada bulan itu.

"Penelitian selesai satu tahun pada September. Nanti dilihat datanya, apakah membutuhkan suntikan ketiga atau tidak," kata Kusnandi. "Namun kalau ada suntikan ketiga masyarakat tak perlu khawatir."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts