Izin Gerai McDonald's Di Yogyakarta Terancam Dicabut Imbas Kerumunan BTS Meal
Instagram/mcdonaldsid
Nasional
Efek BTS Meal

Gerai McD di Indonesia belakangan ini ramai diserbu para pembeli yang menginginkan promo BTS Meal, termasuk cabang Yogyakarta. Hal ini kemudian menimbulkan kerumunan di tengah pandemi COVID-19.

WowKeren - Belakangan ini, salah satu gerai makanan cepat saji di Indonesia yakni McDonald's dibanjiri oleh masyarakat, khususnya para penggemar idol Korea BTS (Bangtan Boys). Hal ini lantaran adanya promo terkait dengan idol Korea tersebut yakni BTS Meal.

Tingginya anemo masyarakat untuk membeli promo tersebut membuat seluruh gerai McD kewalahan dalam meladeni pesanan itu, termasuk di Yogyakarta. Hal ini akhirnya menyebabkan antrean panjang dan kerumunan serta mengabaikan protokol kesehatan.

Satpol PP DIY telah memanggil manajemen McD terkait dengan kasus kerumunan yang ditimbulkan. Salah satu kepala cabang McD DIY mengatakan bahwa pihaknya siap untuk menutup gerainya jika kembali menimbulkan kerumunan.

Hal itu tertuang dalam sebuah surat pernyataan yang telah ditandatangani oleh pihak McD. "Hadir satu orang yang membawahi seluruh gerai McD se-DIY, ia menandatangani surat pernyataan dan jika mengulangi siap ditutup paksa," tutur Kepala Satpol PP DIY Noviar Rahmad di Kemantren Danurejan, Jumat (11/6).


Noviar menerangkan bahwa peraturan mengenai kerumunan yang terjadi di tempat umum tertuang dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 77 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakkan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 bakal dijatuhi hukuman penutupan sementara.

Lebih lanjut, saat ini gerai McD di DIY masih diberi peringatan tertulis. Akan tetapi jika pihaknya kembali menimbulkan kerumunan, maka sanksi yang diberikan adalah penutupan sementara.

Setelah memenuhi panggilan dari Satpol PP dan menandatangani surat perjanjian, pihak manajemen McD Yogyakarta mengaku langsung menutup pemesanan melalui aplikasi ojek online. Berdasarkan pengakuan manajemen, penutupan itu masih berlangsung hingg saat ini.

"Jika ditutup sementara, tiga hari masih mengulangi lagi, ya dicabut izinnya atau ditutup permanen," terang Noviar. "Sampai saat ini (aplikasi pemesanan online) masih ditutup pengakuan mereka, karena Satgas COVID-19 Pusat juga memberikan peringatan keras."

Noviar menerangkan setelah penandatanganan surat pernyataan oleh pihak manajemen McD, kini Satpol PP hanya bertugas mengawasi. Apabila kembali terjadi kerumunan, Satpol PP akan langsung menutup gerai secara paksa.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts