Kudus Laporkan Varian Asal India Di Tengah Lonjakan Kasus COVID-19
Unsplash/Mufid Majnun
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Varian COVID-19 asal India telah memasuki Kabupaten Kudus, Jateng, di tengah terjadinya lonjakan kasus. Masuknya varian India tersebut merupakan kasus perdana di Jawa Tengah.

WowKeren - Beberapa waktu lalu, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah mengalami lonjakan kasus COVID-19. Lonjakan kasus tersebut juga masih terjadi hingga saat ini.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memastikan bahwa varian COVID-19 asal India telah memasuki Kudus, dan merupakan kasus pertama di Jateng. Dengan adanya temuan itu, ia mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dengan penularannya serta lebih disiplin lagi dalam menerapkan protokol kesehatan.

"Sekali lagi dicatat, varian baru virus COVID-19 sudah masuk di Kudus," tutur Ganjar saat melakukan kunjungan kerja di Posko COVID-19, Kudus, Minggu (13/6). "Maka masyarakat harus sadar betul akan penularannya yang lebih cepat dibanding virus varian sebelumnya."

Ganjar meminta warganya untuk tidak keluar selama lima hari, khususnya kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak. Ia hanya mengizinkan bagi orang-orang yang berkepentingan sangat mendesak untuk keluar rumah. Tak hanya itu, ia juga menyarankan work from home (WFH) diperbanyak.


Kebijakan tersebut dilakukan dengan tujuan untuk memutus rantai penyebaran COVID-19 di Kudus. Menurut Ganjar, upaya dalam pemutusan rantai penyebaran COVID-19 itu perlu dilakukan bersama-sama, termasuk pemerintah.

Pemerintah pusat dan Pemprov Jateng saat ini turut membantu mengkomunikasikannya dengan kabupaten sekitar seperti Pati, Grobogan, dan Demak. Grobogan saat ini sudah menerapkan kebijakan di rumah saja. Kemudian operasi yustisi juga dilakukan untuk mengantisipasi warga bandel yang masih keluar rumah tanpa kepentingan berarti.

Selanjutnya, untuk memastikan penyebaran virus Corona (COVID-19) varian India, pemeriksaan sampel genome pasien COVID-19 diperbanyak dari beberapa kabupaten lainnya. Selain itu, Pemprov Jateng juga mengajukan bantuan ke pusat karena temuan varian asal India baru terjadi pertama kali di Kudus.

Sebelumnya, Bupati Kudus HM Hartopo mengungkap ada sekitar 28 warga Kudus yang terpapar COVID-19 varian B.1617.2 asal India pada Minggu (13/6) kemarin. Data tersebut didapatkan berdasarkan dari hasil penelitian tim peneliti Universitas Gadjah Mada (UGM). Saat mengetahui hasil tersebut, pemerintah daerah langsung berupaya mengambil langkah cepat dan tegas.

Hartopo mengatakan bahwa pihaknya akan lebih optimal dalam menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Mayarakat (PPKM) mikro untuk memastikan penyebaran virus tidak terus berlangsung. Senada dengan Ganjar, ia juga meminta warganya untuk selalu dan lebih disiplin menerapkan prokes.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts