Sempat Alami Kontroversi, Komisi VII DPR RI Malah Dukung Vaksin Nusantara Lanjutkan Uji Klinis
pexels.com/Nataliya Vaitkevich/Ilustrasi
Nasional
Vaksin COVID-19

Sebagai informasi, vaksin Nusantara gagasan mantan Menkes Terawan sempat mengalami kontroversi. Akan tetapi, Komisi VII DPR RI belakangan ini malah memberikan dukungan untuk melaksanakan uji klinis fase III.

WowKeren - Vaksin COVID-19 saat ini menjadi kebutuhan primer bagi setiap negara yang tengah dihadapkan pandemi. Hal ini dikarenakan vaksinasi COVID-19 menjadi salah satu upaya agar bisa mencapai herd immunity atau kekebalan komunitas, sehingga bisa segera mengakhiri pandemi.

Maka dari itu, setiap negara berlomba-lomba untuk mendapatkan persediaan vaksin COVID-19. Sementara Indonesia, diketahui tengah mengembangkan vaksin COVID-19 lokal, salah satunya adalah Vaksin Nusantara.

Vaksin Nusantara ini merupakan gagasan dari mantan Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto. Akan tetapi, vaksin tersebut sempat mengalami kontroversi beberapa waktu yang lalu.

Meski demikian, Komisi VII DPR RI mendukung agar vaksin Nusantara melanjutkan uji klinis fase III. Hal ini lantaran vaksin Nusantara disebut sebagai hasil karya dan inovasi anak bangsa.


Eddy Soeparno selaku pimpinan Komisi VII DPR RI mengatakan bahwa pihaknya mendukung agar vaksin Nusantara masuk ke dalam konsorsium riset vaksin nasional. Hal itu disampaikannya kepada Ketua Konsorsium Riset dan Inovasi COVID-19 dalam rapat dengar pendapat (RDP) di Jakarta pada Rabu (16/6).

"Mendukung Ketua Konsorsium Riset dan Inovasi COVID-19 untuk memasukkan riset vaksin COVID-19, vaksin imun Nusantara yang dikembangkan oleh dokter Terawan Agus Putranto ke dalam pengembangan riset vaksin COVID-19 pada Konsorsium Riset dan Inovasi COVID-19," tutur Eddy dalam rapat tersebut.

Lebih lanjut, Eddy membeberkan bahwa pihaknya mendukung uji vaksin Nusantara dilanjutkan pada fase III, namun harus dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Eddy menuturkan bahwa sebelumnya, Terawan telah menyampaikan kalau pihaknya mengalami kendala dalam uji klinis fase III.

Tidak hanya menyampaikan kendalanya, Terawan pun meminta izin kepada Komisi VII DPR RI untuk melanjutkan riset vaksin Nusantara, sehingga proses bisa dilanjutkan. " Yang sangat mahal buat kami adalah saat itu paparan dokter Johnny (peneliti utama vaksin Nusantara) dikemukakan apakah kita bisa uji klinis III, saya katakan kalau dalam kondisi seperti ini," tutur Terawan.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts