Bupati Solok Mutasi 3 Pimpinan Puskesmas Usai Ngamuk Karena UGD Tutup Jam 5 Sore
pixabay.com/Ilustrasi
Nasional

Bupati Solok, Epyardi Asda, mengungkapkan bahwa dirinya melakukan sidak ke Puskesmas Tanjung Bingkung usai mendapat laporan ada korban kecelakaan yang ditolak di UGD Puskesmas tersebut.

WowKeren - Bupati Solok, Epyardi Asda, dibuat geram dengan tutupnya Unit Gawat Darurat (UGD) Puskesmas Tanjung Bingkung di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, pada pukul 17.00. Hal ini ditemukan Epyardi kala melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Puskesmas tersebut.

Epyardi mengungkapkan bahwa dirinya melakukan sidak ke Puskesmas Tanjung Bingkung usai mendapat laporan ada korban kecelakaan yang ditolak di UGD Puskesmas tersebut. "Jadi pada Jumat (11/6) ada kecelakaan di dekat Puskesmas. Saat korban dibawa ke Puskesmas ditolak dengan alasan sudah di luar jam kerja," ungkap Epyardi kepada Kompas.com, Rabu (16/6).

Akibatnya, tiga orang pimpinan Puskesmas Tanjung Bikung akhirnya dimutasi Epyardi ke daerah pelosok. Ketiganya adalah Kepala Puskesmas, Kepala Tata Usaha, dan satu orang dokter.

Mereka dimutasi ke Pantai Cermin, Hiliran Gumanti dan X Koto. "Lokasinya jauh di pelosok. Ini sebagai efek jera kepada mereka. Untuk gantinya sementara kita kirim dari Dinas Kesehatan," ujar Epyardi.


Sementara itu, petugas kesehatan yang membuat surat pernyataan tak mau bekerja di luar jam dinas diberi peringatan keras. "Kepada petugas kesehatan yang kemarin membuat surat pernyataan menolak kerja, kita beri peringatan keras dan membuat surat perjanjian," paparnya.

Atas kejadian di Puskesmas Tanjung Bingkung tersebut, Epyardi pun menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat. Ia berjanji akan melakukan evaluasi sehingga pelayanan untuk masyarakat dapat diberikan dengan lebih maksimal.

"Dan saya sebagai Bupati mohon maaf kepada masyarakat Kabupaten Solok, khususnya atas pelayanan yang dilakukan oleh Puskesmas Tanjung Bingkung," tuturnya. "Insya Allah ini tak terjadi lagi, saya sudah perintahkan Kabag Pemerintahan untuk menjadi bahan pertimbangan memberikan mereka sangsi yang tegas pada kasus ini."

Menurut Epyardi, dirinya bersikap tegas demi kepentingan masyarakat. Apabila masyarakat masih menemukan kasus serupa, Epyardi mengimbau agar mereka tak segan untuk melaporkannya.

Di sisi lain, kemarahan Epyardi kala menemui UGD Puskesmas tutup pukul 17.00 terekam dalam video yang kemudian viral di media sosial. Dalam video tersebut, Sang Bupati tampak berbicara dengan nada tinggi dan bahkan merobek surat kesepakatan bersama staf Puskesmas yang menyatakan bahwa UGD tidak buka 24 jam.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts