Angka COVID-19 Sudah Hampir 2 Juta, Presiden Jokowi Didesak Lakukan Lockdown
pixabay.com
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Lonjakan kasus COVID-19 di Indonesia sudah semakin 'menggila' capai hingga hampir 2 juta kasus. Melihat kondisi yang seperti itu, banyak pihak yang meminta Jokowi untuk segera memberlakukan lockdown.

WowKeren - Pandemi COVID-19 yang menyerang Indonesia sudah semakin menggila. Dari lonjakan kasus yang terjadi belakangan ini, sudah mencapai hampir 2 juta kasus COVID-19. Berdasarkan data per 16 Juni 2021, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan total pasien positif COVID-19 sebesar 1.937.652 orang.

Dalam 14 hari terakhir, rata-rata pasien positif COVID-19 bertambah sebanyak 7.563 per hari. Sementara untuk jumlah kasus aktif COVID-19 juga terus melonjak dan belum ada tanda-tanda akan turun.

Melihat keadaan COVID-19 di Indonesia yang semakin memburuk, sejumlah pihak menyarankan dan mendesak Presiden Joko Widodo untuk me-lockdown tanah air. Salah satu pihak yang mengutarakannya adalah Pandu Riono selaku Epidemiolog Universitas Indonesia (UI).

"Kita harus cemas melihat kenyataan varian virus sudah berkumpul di Indonesia. Varian Delta dan Alpha sudah mendominasi," tutur Pandu, Kamis (17/6). "Harus ada keberanian melakukan karantina di wilayah yang sedang meningkat kasusnya."


Di lain sisi, jika dilakukan penerapan karantina wilayah, itu akan membuat perekonomian Indonesia kembali goyah dan terpuruk. Berkaca dari pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahun sebelumnya, membuat angka pengangguran melonjak, angka kemiskinan semakin naik, sebab pergerakan roda perekonomiannya tidak bergerak.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) di bukan Agustus 2020, menyebutkan bahwa tingginya angka pengangguran dan kemiskinan membuat ekonomi Indonesia terpuruk. Selain itu, Produk Domestik Bruto (PDB) di tahun 2020 tumbuh -2,07 persen. Angka ini merupakan catatan terburuk sejak 1998.

Terkait dengan kekhawatiran akan kembali resesi apabila diberlakukan karantina wilayah, kemungkinan tidak akan terjadi. Hal ini dikarenakan adanya pertumbuhan PDB yang positif pada kuartal II di tahun 2021. Meski demikian, apabila karantina wilayah dilakukan dalam rentan waktu yang lama, tentu akan mempengaruhi hal tersebut dan bisa jadi kembali resesi.

Sementara itu, tingkat ekspor-impor di Indonesia telah mengalami kenaikan. Pada Mei lalu, BPS melaporkan nilai ekspor melonjak sebesar 58,76 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Hal ini lah yang bisa menyelamatkan Indonesia dari resesi.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts