Terjadi Lonjakan COVID-19, Jawa Tengah Kekurangan Nakes
pixabay.com/ilustrasi
Nasional
Mutasi Corona Masuk Indonesia

Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, hingga saat ini masih mengalami lonjakan kasus diikuti dengan pasien COVID-19 yang terus bertambah. Gubernur Jateng mengungkapkan bahwa saat ini juga mengalami krisis nakes dan medis.

WowKeren - Belakangan ini, wilayah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, diketahui tengah mengalami lonjakan kasus COVID-19 yang signifikan. Bahkan di tengah lonjakan tersebut ditemukan adanya COVID-19 variasi asal India.

Kemudian, baru-baru ini Kelompok Kerja (Pokja) Genetik Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) UGM lantas melakukan Whole Genome Sequencing (WGS). Berdasarkan dari 34 sampel yang diperiksa, 28 di antaranya terkonfirmasi sebagai varian B1617.2 asal India.

Sementara itu, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyebutkan bahwa saat ini terjadi kekurangan tenaga kesehatan dan medis. Hal ini dikarenakan melonjaknya jumlah pasien COVID-19, sehingga para nakes kewalahan.

Kabar terjadinya krisis nakes di Jateng, disampaikan Ganjar saat menghadiri webinar virtual bertajuk "Kebijakan Pemerintah Daerah, Peluang, Tantangan, dan Kepemimpinan di Masa dan Pasca Pandemi COVID-19" pada Kamis (17/6). "Ada krisis tenaga kesehatan dan medis, hari ini Jateng mengalami itu," tutur Ganjar.


Ganjar menyampaikan bahwa lonjakan COVID-19 yang terjadi di Jateng saat ini sudah melebihi kurva tahun sebelumnya. Kemudian, ia juga menyebut bahwa lonjakan kali ini seperti dengan gelombang kedua di beberapa negara.

Meski demikian, Ganjar belum bisa memastikan dan menyebut lonjakan yang terjadi saat ini sebagai gelombang kedua. "Jadi tampaknya yang gelombang kedua ini sudah tinggi sekali, tetapi saya belum berani mengatakan apakah berdasarkan teori epidemiologis ini masuk dalam second wave," terangnya.

Lebih lanjut, Ganjar menuturkan bahwa first wave di Indonesia juga belum turun hingga empat term, tetapi sudah kembali naik. Menanggapi adanya krisis tenaga kesehatan dan medis, Ganjar akhirnya berkoordinasi dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Persatuan Perawat Nasional Indonesia dan sejumlah Universitas di Jateng yang memiliki fakultas kedokteran.

Kemudian, Ganjar juga meminta bantuan kepada para mahasiswa hingga dokter yang mengajar di Universitas dalam penanganan lonjakan kasus COVID-19 di Jateng. "Sekarang banyak yang semester akhir, kita minta untuk bisa masuk, saya lagi memproses perwakilan kampus agar yang mengerjakan thesis atau skripsi bisa digantikan dengan penanganan langsung di masyarakat," tandas Ganjar.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts