Beberapa waktu lalu, aparat penegak hukum berhasil meringkus pelaku yang diduga pemasok senjata api dan amunisi untuk KKB Papua. Dari hasil pengembangan itu, ada dugaan keterlibatan dari Ketua DPRD Papua.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Jumat, 18 Juni 2021 - 09:33 WIB
WowKeren - Aparat penegak hukum hingga saat ini masih terus berupaya untuk mengatasi permasalahan terorisme Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua. Beberapa waktu lalu, TNI-Polri berhasil meringkus pelaku yang diduga menjual senjata api alias senpi dan amunisi ke KKB Puncak Jaya, Papua. Adapun pelaku tersebut yakni Ratius Murib alias Neson Murib.
Pada penangkapan Neson Senin (14/6) lalu, polisi berhasil menyita uang sejumlah Rp370 juta. Kemudian, polisi mengembangkan dan terus menggali informasi dari Neson untuk mencari tersangka lainnya.
Setelah dikembangkan dan diselidiki, ada dugaan bahwa uang tersebut berasal dari Ketua DPRD Papua yang berinsial SW. Satgas Nemangkawi menduga uang itu akan dipergunakan untuk membeli senjata api.
Kasatgas Humas Operasi Nemangkawi Kombespol M. Iqbal Alqudusy menjelaskan tim penyidik saat ini tengah mendalami semua pihak yang diduga terlibat dalam pendanaan senpi dan amunisi KKB Papua. Pihaknya akan memanggil pihak-pihak yang bersangkutan. "Dipanggil untuk klarifikasi," tutur Iqbal, Kamis (17/6).
Selain itu, Iqbal juga menduga bahwa Neson terlibat dalam aktivitas transaksi pemberian dan penerimaan uang untuk KKB Papua. "Tim menggali informasi sumber dananya serta aktivitas pengiriman uang yang dilakukan," terangnya.
Di sisi lain, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo yang akrab disapa Bamsoet meminta aparat penegak hukum untuk terus menginvestigasi dan menyelidiki terkait dengan penjualan senpi kepada KKB Papua. Dengan begitu, nanti bisa diketahui latar belakang dan pelaku intelektualnya. Selain itu, aparat juga diminta untuk menindak tegas pelaku sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia.
Lebih lanjut, Bamsoet mengatakan bahwa aparat penegak hukum harus terus melakukan investigasi sampai mendalam dan ke akar untuk mengetahui jaringan penjual senpi dan amunisi tersebut. Kemudian aparat juga diharapkan menggali lebih dalam terkait aktivitas transaksi keuangan, sebab saat meringkus Neson ditemukan barang bukti berupa uang ratusan juta rupiah.
Bamsoet meminta pemerintah dan TNI-Polri untuk benar-benar menyelidikinya dan memutus rantai pemasok senpi dan amunisi KKB, termasuk juga dengan pendanaannya. Hal ini dikarenakan tindakan dari KKB Papua sudah sangat meresahkan dan merugikan warga.
(wk/tiar)