Kasus COVID-19 Anak di Indonesia Capai 12,5 Persen, Angka Kematian Tertinggi di Dunia
pixabay.com/Ilustrasi
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr Aman B Pulungan memaparkan bahwa 50 persen kematian anak akibat virus corona (COVID-19) terjadi pada kalangan balita.

WowKeren - Kasus virus corona (COVID-19) pada anak berusia 0-18 tahun di Indonesia kini telah mencapai 12,5 persen. Hal ini diungkapkan oleh Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr Aman B Pulungan.

"Data nasional saat ini menunjukkan kasus COVID-19 pada anak usia 0-18 tahun, yakni 12,5 persen. Artinya satu dari delapan kasus (COVID-19 di RI) ini adalah anak," jelas Aman dalam konferensi pers daring, Jumat (18/6). "Kedua, data IDAI menunjukkan case fatality rate-nya 3-5 persen."

Case fatality rate yang dimaksud Aman adalah tingkat kematian pasien anak yang terpapar COVID-19. "Jadi kematian (anak) kita yang paling banyak di dunia. Jadi bisa dibayangkan kan? Satu dari delapan (kasus COVID-19 di Indonesia) itu anak, dan meninggal 3-5 persen. Ini bervariasi tiap minggu," papar Aman.

Lebih lanjut, Aman memaparkan bahwa 50 persen kematian anak akibat COVID-19 terjadi pada kalangan balita. Aman juga mengungkapkan bahwa perawatan pasien COVID-19 anak berbeda mengingat ruang ICU khusus anak tak tersedia di semua Rumah Sakit.


"Saya bisa katakan anak berbeda karena sampai saat ini ICU khusus anak tidak tersedia di sebagian besar RS," terang Aman. "Apalagi saat ini SDM juga sedang menurun termasuk dokter dan perawat, dan obat-obatan yang khusus juga banyak tidak tersedia. Jadi kita bisa kolaps."

Oleh sebab itu, Aman mengusulkan agar kegiatan yang diikuti oleh anak usia 0-18 tahun saat ini dilakuan secara online terlebih dahulu. Aktivitas anak, baik online maupun offline, juga diimbau terus didampingi oleh orangtua atau pengasuh.

"Kapan lagi kita jadi orang tua, menyayangi anak? Jadilah orang tua saat pandemi. Dampingi anak-anak kita. Hindari membawa anak ke luar rumah. Kecuali mendesak, anak itu harus di rumah," jelasnya. "Saat harus berkegiatan di luar rumah, hindari tempat dengan ventilasi tertutup. Ikuti prokes, disiplin di dalam rumah, perjalanan, dan luar rumah, termasuk orangtuanya."

Selain menjaga anak, orangtua juga diminta untuk menjaga kesehatannya sendiri. Aman turut mengingatkan pentingnya imunisasi lengkap untuk anak demi mencegah penyakit berbahaya lain.

"Mari kita jaga anak-anak Indonesia yang hampir 90 juta ini, yang lahir setiap tahun 5 juta," pungkasnya. "Penuhi hak anak untuk sehat baik fisik maupun mental demi masa depan yang lebih baik. Hidup kita untuk apa kalau bukan anak? Jaga anak kita, jangan sampai anak ada yang sakit."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts