Calon Panglima TNI Baru Pengganti Marsekal Hadi Sudah Ramai Dibahas, Istana Bilang Begini
tni.mil.id
Nasional

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto akan memasuki masa pensiun pada November 2021 mendatang. Berdasarkan aturan yang berlaku, calon pengganti Panglima TNI adalah Jenderal bintang empat.

WowKeren - Nama-nama calon Panglima TNI baru pengganti Marsekal Hadi Tjahjanto kini sudah ramai diperbincangkan. Pasalnya, Marsekal Hadi akan memasuki masa pensiun pada November 2021 mendatang.

Berdasarkan aturan yang berlaku, calon pengganti Panglima TNI adalah Jenderal bintang empat. Diketahui, ada tiga Jenderal bintang empat yang kini menjabat sebagai Kepala Staf TNI, yaitu Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Andika Perkasa; Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal Fadjar Prasetyo; dan Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Yudo Margono.

Pihak Istana pun buka suara mengenai sosok calon Panglima TNI yang baru. Menurut Staf Khusus (Stafsus) Presiden Joko Widodo Bidang Komunikasi, Fadjroel Rachman, penunjukkan Panglima TNI yang baru merupakan hak prerogatif Presiden.

"Tentu Presiden Jokowi yang memiliki hak prerogatif untuk menentukan siapa panglima TNI," kata Fadjroel dalam pesan singkat, Jumat (18/6). "Kita tunggu saja, pasti dipilih yang terbaik."


Di sisi lain, sejumlah Fraksi di DPR RI telah menyuarakan dukungannya untuk siapa pun sosok pengganti Marsekal Hadi yang dipilih Jokowi. Namun dengan catatan, Jokowi mempertimbangkan sejumlah faktor sebelum memilih nama.

Ketua Fraksi PAN DPR RI Saleh Partaonan Daulay meminta Jokowi untuk mendengar berbagai masukan dan aspirasi yang secara khusus berkembang di internal TNI dan masyarakat. Selain itu, Jokowi juga diminta untuk mempertimbangkan rotasi matra yang memimpin TNI.

"Kalau mungkin selama ini sudah dipimpin oleh Panglima dari AU, mungkin sekarang bisa saja diserahkan pada yang berlatar belakang lain, bisa jadi AD atau AL," ungkap Saleh. "Jadi kita minta laut atau darat lah. Tentu siapa di antara mereka yang paling pas, saya kira ada dua. Kriteria pertama tentu yang dibutuhkan Presiden."

Selain itu, reformasi pertahanan di Indonesia juga harus dipertimbangkan oleh Jokowi dalam memilih Panglima TNI yang baru. "Kedua yang dibutuhkan TNI dalam konteks melakukan reformasi pertahanan Indonesia. Jadi saya kira itu saja," pungkasnya.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts