Kebut Pemulihan Ekonomi Nasional, Kemendagri Minta Pemda Percepat Realisasi APBD 2021
Instagram/titokarnavian
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Pemerintah saat ini tengah berupaya untuk memulihkan perekonomian nasional yang sempat terpuruk akibat pandemi COVID-19. Maka dari itu, Kemendagri meminta pemda mempercepat realisasi APBD 2021.

WowKeren - Perekonomian Indonesia sempat mengalami kegoyahan akibat dari pandemi COVID-19. Maka dari itu, saat ini pemerintah tengah berupaya untuk memulihkan kembali perekonomian nasional, sembari menekan angka penyebaran COVID-19.

Salah satu upaya untuk memulihkan perekonomian nasional adalah dengan memanfaatkan anggaran milik negara. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mendorong pemerintah daerah agar melakukan percepatan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Hal itu menjadi pokok pembahasan dalam rapat koordinasi Analisa dan Evaluasi Percepatan Penyerapan APBD TA 2021 secara virtual dengan seluruh pemda yang dilaksanakan pada Jumat (18/6). Rapat koordinasi itu dibuka oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendagri Muhammad Hudori.

Hudori mengatakan bahwa pemulihan ekonomi nasional bisa segera terealisasi jika pemerintah pusat dan pemda bersinergi dalam memaksimalkan penggunaan APBD. Maka dari itu, ia meminta pemda untuk segera mempercepat penggunaan APBD, khususnya pada kuartal II tahun 2021.


Lebih lanjut, Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Keuangan Daerah (Keuda) Kemendagri Mochamad Ardian menyampaikan per 15 Juni 2021, realisasi APBD Provinsi dan Kabupaten/Kota seluruh Indonesia mencapai Rp364,99 triliun. Angka ini menunjukkan bahwa realisasi APBD telah mencapai 31,62 persen dari target.

Sementara itu, pendapatan daerah di tahun 2021 mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Adapun penurunan tersebut sebesar Rp74,40 triliun. Sedangkan untuk realisasi APBD-nya adalah mencapai Rp310,84 triliun atau sebesar 25 persen dari target.

Kemudian, belanja daerah juga turut mengalami penurunan sebesar Rp48,88 triliun. Di lain sisi, simpanan uang kas pemda pada bank umum mengalami kenaikan sebesar 3,61 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Berdasarkan data tersebut, maka dapat disimpulkan ada indikasi bahwa pemda belum memaksimalkan penggunaan APBD sesuai dengan kebutuhan daerah masing-masing. "Belanja di APBD secara agregat sudah mengalami kenaikan di tanggal 15 Juni, yaitu pada angka 25,51 persen," ungkap Ardian.

Sebelumnya, Mendagri Muhammad Tito Karnavian mendorong agar pemda bisa merealisasikan APBD pada semester pertama minimal mencapai 35 persen dari target yang ditentukan. Akan tetapi, pada kenyataannya pemda hanya mampu mencapai di angka 25,51 persen. 10 Persen di bawah target yang diberikan Tito.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts