Melonjaknya kasus positif dan aktif COVID-19 beberapa waktu belakangan membuat Kementerian Agama segera 'menyulap' Asrama Haji untuk pusat isolasi mandiri pasien.
- Elvariza Opita
- Senin, 21 Juni 2021 - 14:41 WIB
WowKeren - Pemerintah terus berupaya menambah ruang isolasi demi merawat pasien-pasien COVID-19 baru. Pasalnya wabah COVID-19 tengah meledak hingga menyebabkan tingkat keterisian ranjang rumah sakit begitu tinggi.
Salah satu langkahnya adalah dengan rencana membuka asrama haji sebagai pusat isolasi pasien COVID-19. Rencana ini pun dikonfirmasi oleh Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Khoirizi.
"Tahun 2020 asrama haji pernah digunakan sebagai ruang isolasi COVID-19. Tahun ini Menag Yaqut Cholil Qoumas sudah memberikan izin dan asrama haji siap kembali digunakan sebagai ruang isolasi COVID-19," tutur Khorizi, Senin (21/6).
Khorizi menyebut, koordinasi Satuan Tugas Penanganan COVID-19 dengan Kementerian Agama untuk penggunaan asrama haji sebagai pusat isolasi pasien COVID-19 sudah dilakukan sejak lama. Dan untuk kali ini, setidaknya 27 dari 31 asrama haji di seluruh Indonesia sudah siap digunakan untuk isolasi pasien.
Kesiapan ini lantaran sebelumnya asrama-asrama haji tersebut telah digunakan untuk perawatan kasus COVID-19. Sedangkan keempat asrama haji yang masih harus dikaji kesiapannya terletak di Pontianak (Kalimantan Barat), Mamuju (Sulawesi Barat), Jayapura (Papua), dan Sorong (Papua Barat).
Khorizi menuturkan, para kepala asrama haji terus berkoordinasi dengan Satgas COVID-19 di wilayah masing-masing terkait urgensi dan teknik penggunaan. Sebagai contoh, Asrama Haji Pondok Gede di DKI Jakarta yang persiapannya dilakukan bersama Satgas COVID-19 Ibu Kota dan ditinjau Sekretaris Daerah DKI Jakarta dan Pangdam Jaya.
"Ada dua gedung di Asrama Haji Pondok Gede yang akan disiapkan sebagai ruang isolasi," kata Khorizi. Sedangkan untuk persiapannya, ditegaskan Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri, Saiful Mujab, sudah dipastikan sesuai dengan standar Dinas Kesehatan, Kementerian Kesehatan, sampai Badan Kesehatan Dunia (WHO).
"Setiap pasien menempati satu kamar, satu tempat tidur, tidak boleh digabung," kata Saiful. "Ada juga standar pelayanan kasus di bawah pengawasan tenaga kesehatan."
Ketika kasus COVID-19 meledak beberapa waktu lalu, asrama haji memang turut dipakai untuk dijadikan fasilitas isolasi terpusat. Selain itu, pemerintah setempat biasanya juga menambah fasilitas isolasi dengan membangun rumah sakit darurat sampai rumah sakit lapangan.
(wk/elva)