Usai Didemo Warga Madura, Walkot Surabaya Bakal Cabut Penyekatan Suramadu?
Instagram/ericahyadi_
Nasional
PSBB Corona

Warga Madura mengajukan protes atas penyekatan di Jembatan Suramadu kepada Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. Lantas akankah penyekatan dicabut pasca demo tersebut?

WowKeren - Warga Madura menggelar demonstrasi terhadap Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menyusul pemberlakuan penyekatan di dua sisi Jembatan Suramadu. Demonstrasi oleh massa yang mengatasnamakan diri "Koalisi Masyarakat Madura Bersatu" tersebut pun ditemui oleh Eri dan permintaan mereka segera diteruskan kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Lantas apakah penyekatan di Jembatan Suramadu akan dicabut buntut demonstrasi tersebut? Diterangkan Eri, keputusannya masih akan dirapatkan dengan beberapa pihak seperti Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

"Insya Allah akan diambil keputusannya oleh Pak Panglima TNI harus seperti apa, apakah harus tetap dilakukan penyekatan dulu atau sudah dikuatkan mulai di tingkat desa, setelah itu tidak perlu lagi penyekatan," tutur Eri yang dijumpai pada Senin (21/6) malam. "Jadi kita tunggu arahan dari Pak Panglima, insya Allah kita akan siap jalankan."

Menurutnya, massa demonstran hanya meminta supaya pembatasan dilakukan di skala desa atau kecamatan, sebagaimana arahan dari Gubernur Khofifah. "Sehingga nanti melakukan pengamanan daerah itu dengan sifat ke desa atau kecamatan, dan itu sudah dilakukan di Surabaya," papar Eri.


Bila nanti kasus di Bangkalan, Madura, Jawa Timur sudah melandai, mungkin penyekatan di Jembatan Suramadu tidak lagi diperlukan. Ia pun menyambut baik usulan massa aksi yang ingin agar penjagaan dilakukan lebih ketat di tingkat desa alih-alih di jalan utama seperti Jembatan Suramadu.

"Alhamdulillah teman-teman (massa aksi) yang saya temui juga ingin ikut membantu, karena mereka juga menyampaikan bahwa sebenarnya itu bisa dilakukan di tingkat desa, sehingga tidak perlu lagi dilakukan di jalan utama. Saya sepakat itu, sehingga yang menjaga adalah warganya sendiri," kata Eri.

"Jadi, soal penyekatan itu masih dievaluasi oleh Panglima sekaligus ini menunggu kesiapan Bangkalan," sambungnya. "Insya Allah kalau sudah siap Bangkalan bahwa posisinya di setiap desa dilakukan penjagaan, maka di jalan umum itu tidak perlu lagi."

Menurutnya, penyekatan dilakukan sebagai perbantuan semata terkait pembatasan penyebaran COVID-19 dari Bangkalan. Sedangkan di Surabaya sendiri selama ini lebih aktif memakai Surat Izin Keluar Masuk (SIKM).

"Kalau sudah ada SIKM itu, ya sudah lah lepas aja. Karena yang di Surabaya ini hanyalah perbantuan dari Bangkalan," pungkas Eri. Namun ia mengaku tidak bisa memberi arahan detail mengenai penyekatan di Bangkalan karena masuk ke ranah pemerintah setempat.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts