Bali Bakal Dibuka untuk Paket Wisata Vaksin, Turis Bisa Masuk Tanpa Karantina?
kemenparekraf.go.id
Nasional
Efek Corona untuk Pariwisata

Bali terpilih menjadi destinasi pilot project paket wisata berbasis vaksin yang tengah direncanakan Kemenparekraf. Berikut penjelasan lengkap Sandiaga Uno soal paket wisata tersebut.

WowKeren - Dalam weekly press briefing yang digelar Selasa (22/6) kemarin, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengungkap rencana wisata berbasis vaksin. Sedianya Provinsi Bali akan menjadi destinasi pertama paket wisata ini.

"Jadi, kita sudah diskusikan dengan melibatkan Menteri Kesehatan," tutur Sandiaga di Balkondes Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. "Dan dalam diskusi tersebut kami ditugaskan di rapat internal bersama Presiden untuk menyiapkan program wisata vaksinasi ini."

Sandiaga menilai paket wisata serupa mendapat respons yang cukup baik di negara lain. "Dan ini menjadi pusat perhatian dari para wisatawan," tutur Sandiaga, seperti dikutip dari laman resmi Kemenparekraf, Rabu (23/6).

"Kita ingin mendorong lebih banyak vaksinasi bisa terdistribusi secara masif. Oleh karena itu, kita hadirkan program wisata berbasis vaksin," imbuhnya. "Dan Bali terpilih, karena saat ini Bali sangat membutuhkan wisatawan, karena kontraksi ekonomi yang sangat mendalam, tapi tidak menutup kemungkinan destinasi-destinasi lainnya juga akan diberlakukan program tersebut."

Lantas seperti apakah rencana paket wisata vaksin ini? Merangkum penjelasan Kemenparekraf, tampaknya nanti akan ada program vaksinasi COVID-19 yang ditawarkan dalam paket wisata dengan tujuan Bali tersebut.


Hanya saja pemberian vaksin dalam paket ini akan diutamakan untuk wisatawan dalam negeri. Sedangkan wisatawan mancanegara juga akan mendapat paket vaksin namun bekerjasama dengan asosiasi sehingga akan menggunakan jatah vaksin mandiri alias berbayar.

Lalu apakah dengan demikian turis bisa masuk Bali tanpa karantina? Kemenparekraf belum memberikan penjelasan detail soal ini, sebab hingga kini pihaknya masih menggelar berbagai persiapan dengan Pemerintah Provinsi Bali.

"Persiapan koridornya sudah berada di level 90 persen. Sedangkan, untuk penyiapan charter flight sebagai uji coba juga sudah memperlihatkan kemajuan yang signifikan," kata mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta tersebut.

"Namun pencet tombolnya ini tergantung dari situasi COVID terkini," sambungnya. "Jadi, kita memutuskan bahwa jika situasinya melandai baru kita akan finalkan dan jika belum melandai tentunya kita akan sesuaikan."

Bali yang mengutamakan perekonomiannya pada sektor pariwisata jelas dibuat terpuruk oleh pandemi COVID-19. Bahkan pada kuartal keempat tahun 2020 kemarin pertumbuhan ekonomi Bali tercatat minus 12,21 persen, dengan proyeksi di Kuartal II-2021 ini mencapai minus 6-8 persen.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts