Varian Delta di Indonesia Capai 160 Kasus, Terbanyak di Jawa Tengah
pixabay.com/Ilustrasi
Nasional
Mutasi Corona Masuk Indonesia

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan mencatat ada 160 kasus positif akibat varian Delta yang tersebar di sembilan provinsi.

WowKeren - Kasus virus corona (COVID-19) varian Delta yang pertama kali ditemukan di India rupanya semakin banyak terdeteksi di Tanah Air. Hingga 20 Juni 2021, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan mencatat ada 160 kasus positif akibat varian Delta yang tersebar di sembilan provinsi.

Adapun kasus varian Delta ini paling banyak terdeteksi di provinsi Jawa Tengah, dengan 80 kasus. "Menyusul DKI Jakarta 57 kasus, Jawa Timur 10 kasus, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan masing-masing tiga kasus, Gorontalo dan Jawa Barat masing-masing satu kasus, Banten dua kasus," demikian kutipan data Balitabangkes Kemenkes, Rabu (23/6).

Sebagai informasi, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengklasifikasikan varian Delta sebagai variant of concern karena diduga lebih cepat menular dibanding virus aslinya. "Delta varian ini yang paling serius karena dia bisa sampai 50% setidaknya lebih menular daripada varian Alpha sedangkan varian Alpha itu sendiri itu 50% setidaknya lebih menular dari varian atau virus liar yang ditemukan pertama kali di Wuhan," jelas epidemiolog dari Griffith University Australia, Dicky Budiman, dalam Special Dialogue bersama Okezone.

Menurut Dicky, varian Delta telah mendekati kriteria varian super, meski belum sempurna. Diketahui, varian super memiliki tingkat penularan yang lebih tinggi, dapat memperparah keadaan, hingga dapat menyiasati imunitas.


"Ini yang membuat orang yang sudah divaksinasi bisa terinfeksi oleh varian Delta ini, bahkan termasuk seorang penyintas," papar Dicky.

Selain varian Delta, varian Alpha juga telah terdeteksi di wilayah Indonesia. Data Balitbangkes menunjukan bahwa varian yang pertama kali ditemukan di Inggris tersebut telah mencapai 45 kasus.

Berdasarkan sebarannya, DKI Jakarta melaporkan 33 kasus varian Alpha, sedangkan Jawa Barat, Jawa Timur, dan Sumatera Utara masing-masing mencatat dua kasus. Sementara itu, Bali, Kalimantan Selatan, Jawa Tengah, Sumatera Selatan, Kepulauan Riau, dan Riau masing-masing melaporkan satu kasus.

Kemudian varian yang terakhir adalah varian Beta asal Afrika Selatan. Balitbangkes Kemenkes mencatat ada enam kasus varian Beta yang terdeteksi di tiga provinsi di Tanah Air. DKI Jakarta mencatat empat kasus, sedangkan Jawa Timur dan Bali masing-masing mencatat satu kasus.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts