Jelang Idul Adha, Menag Sosialisasikan Prokes Pelaksanaan Salat Dan Qurban
Nasional

Menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha, Menteri Agama mensosialisasikan terkait protokol kesehatan pelaksanaan salat dan Qurban. Menag mengunjungi para Kiai dan meminta doa dari mereka.

WowKeren - Pada 20 Juli mendatang, umat Muslim akan merayakan Hari Raya Idul Adha atau Qurban. Masih sama dengan Idul Adha tahun 2020, perayaan tahun ini juga dalam kondisi pandemi COVID-19.

Maka dari itu, Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mempersiapkan aturan pelaksanaan salat Idul Adha dan pelaksanaan Qurban nanti. Menag sendiri telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 15 Tahun 2021 tentang Penerapan Protokol Kesehatan dalam Penyelenggaraan Salat Idul Adha dan Pelaksanaan Qurban 1442 H/2021 M.

Menindaklanjuti Surat Edaran tersebut, Yaqut melakukan sosialisasi kepada para Kiai, sebagai bentuk upaya untuk mencegah potensi penyebaran COVID-19. "Memohon bantuan sesepuh menyampaikan kepada masyarakat terkait penerapan protokol kesehatan dalam penyelenggaraan salat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban," tutur Yaqut dalam keterangan tertulis, Selasa (29/6).

Selain mensosialisasikan terkait dengan protokol kesehatan pelaksanaan salat Idul Adha dan Qurban, Yaqut juga meminta doa dari para kiai yang ditemuinya agar Indonesia bisa segera terlepas dari cengkraman COVID-19. Yaqut menyampaikan bahwa pemerintah hingga saat ini masih terus berupaya keras untuk bisa menangani pandemi COVID-19, baik melalui mekanisme penanganan medis, vaksinasi, maupun preventif-kuratif lainnya.


"Perjalanan ini bagian ikhtiar Kemenag agar penyelenggaraan Idul Adha dan penyembelihan Qurban di tengah pandemi bisa berjalan dengan baik, masyarakat terlindungi dari potensi penyebaran COVID-19," terang Yaqut. "Semoga Tuhan menyelamatkan kita semua, menjaga negeri ini dan segera mencabut ujian pandemi ini."

Adapun perjalanan Yaqut dalam sowan ke para Kiai dimulai dari sejumlah pesantren di Cirebon. Pada saat berada di Cirebon, Yaqut mengunjungi dam minta doa kepada pengasuh Kempek Cirebon yang juga Rais Syuriah PBNU, KH Muhammad Musthofa Aqiel.

Kemudian ke pengasuh pesantren Babakan Ciwaringin, sesepuh Buntet Pesantren yang juga Mustasyar PBNU KH Adib Rofi'uddin Izza. Lalu di Jawa Barat, silahturahmi ditutup dengan menemui Habib Thohir bin Yahya di Semplo, Palimanan. Masih ada banyak pesantren lainnya yang juga dikunjungi oleh Yaqut.

"Tentunya kami berharap kita semua untuk terus mematuhi protokol kesehatan demi memutus rantai dan menekan penyebaran COVID-19," tandas Yaqut.

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait