Sejak diumumkan oleh Presiden Jokowi pada Senin (28/6), rencana vaksinasi untuk anak dan remaja makin terang, termasuk disebut-sebut siap dimulai bulan Juli 2021 ini.
- Elvariza Opita
- Selasa, 29 Juni 2021 - 16:16 WIB
WowKeren - Perkara rencana vaksinasi COVID-19 untuk anak-anak banyak dibahas beberapa waktu belakangan. Pasalnya Presiden Joko Widodo mengungkap vaksinasi untuk kelompok usia 12-17 tahun bisa diselenggarakan dalam waktu dekat karena Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah menurunkan izin penggunaan.
Kementerian Kesehatan pun merespons lebih jauh wacana ini. Bahkan Kemenkes menarget sebanyak 50 juta anak dan remaja berusia 12-18 tahun dapat divaksinasi mulai Juli 2021.
"Vaksinasi ini sasarannya 50 juta. Juli mungkin mulai, tapi secara bertahap," terang Juru Bicara Vaksinasi dari Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, kepada Kumparan, Selasa (29/6).
Namun demikian, Siti Nadia belum bisa memberikan informasi lebih detail soal rencana vaksinasi untuk anak dan remaja ini. Sebab hingga kini masih banyak hal yang harus dibahas, seperti mekanisme pelaksanaan vaksinasi COVID-19 seperti lokasi, kebutuhan dokumen, sampai proses skrining.
"Iya kick off di Jakarta atau di daerah lain, kita belum tahu," papar Siti Nadia. "Karena kita masih harus konfirmasi ke pihak-pihak terkait seperti Kemendikbud, BKKBN."
"Terus kita harus menghitung distribusi vaksin, skriningnya seperti apa, proses pendaftarannya seperti apa," imbuh Siti Nadia. "Karena kan anak-anak belum punya KTP."
Meski demikian, Siti Nadia mensinyalkan bahwa vaksinasi untuk anak ini akan diselenggarakan perlahan. Sebab hingga kini Kemenkes masih menjadikan kelompok usia dewasa dan lansia sebagai penerima prioritas vaksinasi COVID-19.
"Dewasa itu yang lebih rentan yang pasti melakukan aktivitas karena dia harus bekerja mencari penghasilan. Kalau anak-anak kan masih bisa terlindungi selama orang tuanya memastikan prokesnya, mengajak anak-anak itu tidak keluar rumah," tutur Siti Nadia.
"Kita enggak buru-buru karena rentanitas anak jauh lebih rendah dari lansia. Karena lansia yang divaksinasi juga baru berapa persen," pungkasnya.
Sebelumnya Menkes Budi Gunadi Sadikin juga telah menyampaikan rencana vaksinasi untuk anak dan remaja ini. Disebutkan Budi Gunadi, ada dua jenis vaksin yang kemungkinan dipakai dalam program ini, yakni Sinovac seperti disebutkan Jokowi kemarin, serta Pfizer yang baru tiba di Indonesia bulan Agustus 2021 mendatang.
(wk/elva)