Vaksinasi COVID-19 Anak Diprioritaskan di Pulau Jawa, Pemerintah Butuh Tambahan 58 Juta Dosis
Unsplash/CDC
Nasional
Vaksin COVID-19

Direktur Peringatan Dini Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Afrial Rosya menyatakan program vaksinasi anak ini dimulai secara bertahap sejak 29 Juni 2021.

WowKeren - Program vaksinasi virus corona (COVID-19) untuk anak usia 12-17 tahun telah dimulai sejak 29 Juni 2021 kemari. Direktur Peringatan Dini Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Afrial Rosya menyatakan program vaksinasi anak ini akan diprioritaskan di Pulau Jawa terlebih dahulu.

"Akan dilaksanakan bertahap mulai 29 Juni di Hari Keluarga Nasional dan akan diprioritaskan di Pulau Jawa," jelas Afrial dalam diskusi virtual pada Rabu (30/6).

Nantinya Satgas COVID-19 akan bekerjasama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) untuk menangani vaksinasi COVID-19 anak dan ibu menyusui. Vaksinasi anak ini akan dilakukan oleh para bidan.

"Vaksinasi akan dilakukan oleh para bidan," ungkap Afrial. "Terdapat lebih dari 400 ribu bidan di seluruh Indonesia, 200 ribu di antaranya di Pulau Jawa."


Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengungkapkan bahwa untuk program vaksinasi anak ini, pemerintah membutuhkan 58 juta dosis vaksin COVID-19. Dante pun mengungkapkan upaya pemerintah dalam pengadaan 58 juta dosis vaksin tersebut tanpa harus membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Kita mengupayakan untuk menyuntikkan pada anak-anak pada usia 12 sampai 17 tahun, maka kita harus menambah jumlah vaksin sebesar 58 juta vaksin untuk dosis pertama dan dosis kedua," papar Dante, Rabu. "Kita upayakan terus tanpa membebani APBN karena kita sudah mendapat komunikasi multilateral dengan Covax/Gavi. Sehingga dengan berbagai bantuan dari Australia dan Jepang, kita bisa mencukupi kebutuhan 58 juta suntikan tersebut."

Lebih lanjut, vaksin yang akan didatangkan untuk anak ini disebut tidak akan mengganggu pasokan vaksin orang dewasa. Petunjuk teknis terkait vaksinasi COVID-19 anak pun disebutnya akan segera diterbitkan.

"Berdasarkan atas komunikasi multilateral yang kita lakukan tanpa mengganggu vaksinasi program yang sudah kita tetapkan sebanyak 181 juta," pungkas Dante. "Jadi saya harapkan setelah ada petunjuk teknis vaksinasi pada anak, sudah bisa kita lakukan. Petunjuk teknis akan kita keluarkan hari ini hari."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts