Surabaya Dalam Keadaan Genting Karena COVID-19, Rumah Sakit Disebut Hampir Penuh
Instagram/surabaya
Nasional

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengungkapkan bahwa ada salah satu rumah sakit yang bahkan sudah tak dapat menerima pasien lagi karena tenaga kesehatannya positif terpapar COVID-19.

WowKeren - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyatakan bahwa situasi virus corona (COVID-19) di wilayahnya sudah genting. Menurut Eri, kapasitas rumah sakit di Surabaya sudah hampir penuh.

"Hari ini saya sampaikan dan umumkan bahwa Surabaya sudah dalam keadaan genting melawan COVID-19," tutur Eri di Balai Kota Surabaya pada Rabu (30/6). "Kalau kita melihat BOR di rumah sakit, sudah hampir ter-okupansi 100 persen."

Eri juga mengungkapkan bahwa ada salah satu rumah sakit yang bahkan sudah tak dapat menerima pasien lagi karena tenaga kesehatannya positif terpapar COVID-19. Oleh sebab itu, Eri menegaskan bahwa upaya pencegahan penularan COVID-19 harus dilakukan dengan sungguh-sungguh.

"Selain itu mereka juga tidak bisa lagi mencukupi tempat tidur dan ICU-nya," papar Eri. "Karena itu kita harus memutus benar-benar mata rantai penularan COVID-19."


Oleh sebab itu, Eri mengajak warga untuk berpartisipasi langsung dalam menangani pandemi COVID-19. Yakni dengan bergabung sebagai relawan dalam program "Surabaya Memanggil".

"Saatnya, kita saling bergandeng tangan. Hari ini, Surabaya menangis," lanjut Eri. "Kami berharap, warga Surabaya yang terketuk hatinya mari bersama-sama menjadi bagian penanganan COVID-19."

Di tengah situasi genting COVID-19 ini, Kota Surabaya juga menutup seluruh taman wisata untuk sementara hingga batas waktu yang tidak ditentukan. "Nanti kami evaluasi lagi. Mohon maaf kepada warga Surabaya, ini demi keamanan dan kesehatan bersama. Mari berdoa supaya COVID-19 ini cepat selesai," ungkap Plt Kepala Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Surabaya, Anna Fajriatin.

Sementara itu, Taman Hutan Raya (Tahura) dan Kebun Raya Mangrove (KRM) telah ditutup sejak awal pekan ini. Operasional 12 Tahura dan tiga KRM dilaporkan sudah dihentikan demi menekan penyebaran COVID-19.

"Sebenarnya, Tahura dan Kebun Raya Mangrove ini sempat beroperasi di awal tahun ini, bahkan antusiasme pengunjung juga tinggi," jelas Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Surabaya, Yuniarto Herlambang. "Namun karena COVID-19 semakin meningkat, kami tidak ada pilihan lain selain menutup Tahura dan Kebun Raya Mangrove ini."

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait