Selain keduanya, Jepang juga sudah mengirimkan jutaan dosis vaksin untuk Indonesia. Australia juga memberi bantuan dana untuk membeli vaksin, sedangkan bantuan dari Inggris sedang dinegosiasikan.
- Elvariza Opita
- Jumat, 02 Juli 2021 - 14:06 WIB
WowKeren - Indonesia memutuskan menerapkan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat periode 3-20 Juli 2021. Langkah ini dilakukan demi mengendalikan wabah COVID-19 yang menginfeksi sampai 20 puluhan ribu orang setiap harinya.
Namun PPKM Darurat tentu bukan satu-satunya cara mengendalikan wabah, yang juga harus diimbangi dengan disiplin protokol kesehatan sekaligus vaksinasi. Karena itulah, Indonesia terus melakukan negosiasi untuk mendapatkan vaksin yang rupanya ditanggapi positif oleh Amerika Serikat dan Belanda.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menerangkan bahwa AS berkenan mengirimkan 4 juta dosis vaksin Moderna untuk Indonesia. "Kita juga akan dapat dari Amerika dengan bantuan Pak Menko, 4 juta dosis Moderna yang juga akan kita dapat dalam waktu singkat," terang Budi Gunadi dalam jumpa pers virtual pada Kamis (1/7).
Bukan cuma AS, Australia juga rupanya ikut memberikan bantuan namun bukan dalam bentuk vaksin. Sebab Australia memberi bantuan dana untuk pembelian vaksin kepada Indonesia sebesar AUD77 juta.
Sedangkan Menteri Luar Negeri juga membawa kabar baik lain. Pasalnya Indonesia akan mendapatkan bantuan 3 juta dosis vaksin COVID-19 dari Belanda sebagai hasil pertemuannya dengan Menlu Belanda Sigrid Kaag.
"Di dalam pembicaraan saya dengan Menlu Belanda, salah satu hasil yang konkret adalah keputusan pemerintah Belanda untuk memberikan bantuan vaksin ke Indonesia," jelas Retno dalam siaran pers yang disiarkan virtual dari Den Haag. "Sebesar 3 juta vaksin jadi."
Hanya saja Retno tak menjelaskan merek vaksin apa yang akan didonasikan pemerintah Belanda kepada Indonesia. Hanya saja yang pasti vaksin-vaksin tersebut akan segera dikirim ke Tanah Air.
Upaya Retno untuk mendapatkan bantuan dosis vaksin COVID-19 pun belum berhenti. Sebab saat ini pihaknya masih mengupayakan skema berbagi dosis (dose-sharing) dengan pemerintah Inggris.
Sedangkan sebelumnya Indonesia juga sudah mendapatkan bantuan 2,1 juta dosis vaksin AstraZeneca dari Jepang. "Jadi semakin banyak yang kita bisa dapatkan donasi dari negara-negara luar negeri," pungkas Budi Gunadi sebelum mengungkap rasa terimakasih kepada negara-negara sahabat yang telah membantu.
(wk/elva)