Varian Delta dilaporkan lebih mudah menular dibanding virus corona yang pertama kali muncul di Wuhan. Menjelang Hari Raya Idul Adha, muncul pula kekhawatiran tentang hewan kurban bisa menjadi sarana penularan COVID-19.
- Bertilia Puteri
- Jumat, 02 Juli 2021 - 15:16 WIB
WowKeren - Penyebaran kasus virus corona (COVID-19) yang meningkat belakangan ini membuat masyarakat Indonesia semakin was-was. Varian Delta yang pertama kali ditemukan di India menjadi salah satu penyebab lonjakan kasus COVID-19 di Tanah Air belakangan ini.
Varian Delta dilaporkan lebih mudah menular dibanding virus corona yang pertama kali muncul di Wuhan. Menjelang Hari Raya Idul Adha, muncul pula kekhawatiran tentang hewan kurban bisa menjadi sarana penularan COVID-19.
Kekhawatiran tersebut lantas dijawab oleh virolog dan peneliti satwa liar dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Taufiq P Nugraha. Menurut Taufiq, meski kini sudah ada varian baru yang beredar, sejatinya COVID-19 tidak bisa tertular ke hewan.
Menurut Taufiq, sejauh ini penyebaran COVID-19 dari hewan ke manusia baru ditemukan pada jenis hewan pemakan daging alias karnivora. Masih belum ada informasi atau penelitian yang menyebutkan COVID-19 menular melalui hewan pemakan tumbuhan alias herbivora.
"COVID-19 itu dari manusia enggak menular ke (hewan) kurban. Meskipun sudah ada varian baru (Delta) dari virus tersebut saat ini," papar Taufiq kepada Republika, dikutip pada Jumat (2/7).
Lebih lanjut, Taufiq menjelaskan bahwa potensi penyebaran COVID-19 justru terletak pada aktivitas perdagangan, penyembelihan, hingga pendistribusian hewan kurban. Pasalnya aktivitas tersebut dapat memicu kerumunan yang menjadi sarana penularan COVID-19.
Oleh sebab itu, Taufiq menekankan bahwa protokol kesehatan dalam perdagangan, penyembelihan, hingga pendistribusian hewan kurban harus dilakukan dengan ketat. Ia juga kembali menegaskan bahwa virus hanya dapat ditularkan dari manusia ke manusia.
"Prokesnya harus ketat. Ingat bahwa medium-medium seperti darah dan lainnya itu bisa menempel di plastik atau apa pun," tegasnya. "Dan virus COVID-19 bisa menempel pada medium-medium tersebut."
Sementara itu, pakar kesehatan hewan dari Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor (IPB), Supratikno, menjelaskan bahwa kasus penularan COVID-19 dari manusia ke hewan belum pernah terjadi. "Tidak menular (dari manusia ke hewan)," tutur Supratikno.
Menurutnya, kesehatan hewan kurban dapat dilihat dari ciri-ciri aktif hewan, nafsu makan, hingga ciri-ciri fisik yang ada. Namun penularan COVID-19 dari manusia tidak dimungkinkan hadir kepada hewan kurban.
(wk/Bert)