Produk susu Bear Brand disebut-sebut berkhasiat menangkal virus corona (COVID-19) hingga ramai dicari di masa pandemi. Harga produk di sejumlah platform e-commerce lantas mengalami kenaikan.
- Bertilia Puteri
- Senin, 05 Juli 2021 - 12:21 WIB
WowKeren - Media sosial dihebohkan oleh video rombongan pembeli yang menyerbu produk susu Bear Brand. Produk susu itu disebut- sebut berkhasiat menangkal virus corona (COVID-19) hingga ramai dicari di masa pandemi.
Hal ini juga berimbas pada naiknya harga susu Bear Brand di sejumlah platform e-commerce. Beberapa penjual mematok harga Rp 15 ribu hingga Rp 17 ribu per kaleng, dari yang normalnya hanya di bawah Rp 10 ribu per kaleng.
Pihak Nestle Indonesia lantas buka suara atas fenomena tersebut. Menurut Direktur Corporate Affairs Nestle Indonesia Debora R. Tjandrakusuma, pihaknya telah berupaya untuk memenuhi permintaan atas produk bernutrisi selama masa pandemi COVID-19, termasuk Bear Brand.
"Kami melakukan yang terbaik yang kami bisa, guna memenuhi permintaan para konsumen akan produk-produk kami untuk mengotimalkan kapasitas produksi dan rantai pasokan, terutama untuk produk susu Bear Brand," jelas Debora dalam keterangannya, Minggu (4/7).
Terkait kenaikan harga Bear Brand di pasaran, Debora menegaskan bahwa pihaknya tidak menaikkan harga produk- produk Nestle Indonesia, termasuk Bear Brand. Meski demikian, pihaknya juga tak dapat menentukan harga jual akhir produknya di pasaran.
"Mengenai adanya kenaikan harga di e-commerce untuk produk-produk Bear Brand, sesuai dengan peraturan perundang- undangan yang berlaku khususnya peraturan persaingan usaha, kami tidak dapat menentukan harga jual akhir produk kami," ungkapnya.
Lebih lanjut, Debora menjelaskan bahwa pihaknya hanya dapat berusaha semaksimal mungkin untuk terus memasok produk Bear Brand demi memenuhi permintaan konsumen. Nestle Indonesia juga memastikan bahwa operasi pabrik-pabrik mereka kini terus berjalan.
"Saat ini semua pabrik dan pusat distribusi kami beroperasi," pungkas Debora. "Pada saat yang sama kami juga memastikan kesehatan dan keselamatan para karyawan, mitra bisnis dan pelanggan, serta memberikan bantuan APD, produk-produk bergizi dan sembako kepada para garda terdepan pekerja kesehatan serta masyarakat terdampak."
(wk/Bert)