Belakangan beredar klaim susu beruang alias Bear Brand milik Nestle berkhasiat melawan COVID-19, yang berujung panic buying sampai stok langka. IDI dan ahli gizi pun menanggapinya.
- Elvariza Opita
- Selasa, 06 Juli 2021 - 00:14 WIB
WowKeren - Perilaku masyarakat Indonesia seolah kembali ke era awal pandemi COVID-19. Yakni ketika sejumlah bahan makanan dan minuman disebut berkhasiat melawan COVID-19, yang kemudian berujung panic buying sampai stok langka dan otomatis harga melambung.
Kini masyarakat tengah "dirasuki" keyakinan bahwa susu beruang alias susu segar dengan merek Bear Brand milik Nestle berkhasiat melawan COVID-19. Namun benarkah klaim yang menjamur di kalangan masyarakat tersebut?
Sayangnya tampaknya masyarakat harus gigit jari. Sebab Ikatan Dokter Indonesia sampai ahli gizi sepakat susu segar tersebut tak bermanfaat dalam mengobati infeksi virus Corona.
Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19 IDI, Prof Zubairi Djoerban menekankan bahwa meminum susu beruang tak lantas bisa mengobati COVID-19. Pasalnya tidak ada kandungan di dalam susu tersebut yang bisa membunuh virus Corona
"Susu beruang untuk mengobati COVID-19 ya tentu saja tidak bisa," tegas Zubairi kepada CNN Indonesia, Minggu (4/7). "Susu beruang tak bisa mematikan virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19."
Umumnya, menurut Zubairi, semua produk susu di pasaran memiliki kandungan gizi yang sama. Yakni protein, karbohidrat, serta dilengkapi dengan mineral.
"Kecuali susu kental manis yang kadar proteinnya rendah," terang Zubairi. Karena itulah tidak perlu condong mengonsumsi salah satu merek susu segar dan sebaiknya dilengkapi dengan makanan sehat bergizi lain seperti sayur dan buah.
"Sama saja sebenarnya mau minum susu beruang atau susu bubuk lainnya itu silakan saja. Tapi, nutrisi yang baik itu harus juga mengandung sayur, buah, karbohidrat, vitamin, mineral," katanya.
Hal senada disampaikan Ahli Gizi Universitas Gadjah Mada, Rahadyana Muslichah. Susu beruang, menurutnya, tidak terbukti ilmiah bisa mematikan virus Corona.
"Susu beruang bukan obat, dan sampai sekarangpun belum ada obat spesifik untuk mengobati COVID. Jadi klaim susu beruang bisa menyembuhkan COVID itu tidak benar," jelasnya.
Selaras dengan Zubairi, ahli gizi yang akrab disapa Icha itu menegaskan bahwa kandungan gizi di susu beruang serupa dengan susu segar lain. "Tidak ada perbedaan antara susu beruang dengan produk susu lain, kandungan gizinya hampir sama. Soal kandungan gizi ini bisa dicek di label kemasan," tutur Icha.
Dan juga, ditegaskan Icha, mengonsumsi susu tak serta-merta bisa meningkatkan imunitas. "Utamanya ya dari makanan holistik yakni karbohidrat, protein, sayur dan buah, kalau susu saja tidak lengkap kandungan gizinya," ujarnya, disambung dengan imbauan agar warga meningkatkan daya tahan tubuh dengan rutin beraktivitas fisik serta tentu saja menerapkan protokol kesehatan.
(wk/elva)