Gudang stok vaksin di Jakarta Pusat habis dilalap si jago merah pada Kamis (8/7) malam. Otoritas berwajib menyebut ada hampir seribu ampul atau botol kecil yang habis terbakar.
- Elvariza Opita
- Kamis, 08 Juli 2021 - 23:58 WIB
WowKeren - Selain meningkatkan kapasitas testing, Indonesia juga sedang menggencarkan vaksinasi COVID-19 di berbagai wilayah. Bahkan Presiden Joko Widodo dengan ambisius menarget jutaan dosis berhasil diberikan ke masyarakat setiap harinya agar segera mencapai herd immunity.
Nahas, sebuah gudang penyimpanan stok vaksin milik Puskesmas Sumur Batu, Kemayoran, Jakarta Pusat malah habis terbakar pada Kamis (8/7) malam. Alhasil kini stok vaksin COVID-19 yang tersimpan di sana dilaporkan ludes dilalap si jago merah.
Kabar ini dibenarkan oleh Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Asril Rizal. "Iya benar, gudang Puskesmas Sumur Batu. Infonya gudang vaksin," kata Asril kepada Kompas.
Perwira Piket Sudin Gulkarmat Jakpus, Unggul Wibowo mengaku sudah menerjunkan hingga empat unit mobil pemadam kebakaran dengan 20 personel ke tempat kejadian perkara. "Kejadian 19.53 WIB, sekarang sudah paham. Pendinginan pukul 20.20 WIB," imbuh Unggul.
Besarnya si jago api yang menyambar gudang menyebabkan semua stok vaksin yang disimpan habis. Tak main-main, jumlahnya bisa mencapai seribu ampul yang tentu sangat berguna untuk mempercepat tercapainya herd immunity.
"Iya, itu vaksin COVID-19. Semua dalam ruangan itu hangus," terang Unggul. "Jumlah yang terbakar di bawah seribu ampul (botol kecil)."
Meski demikian, Unggul tak mengetahui pasti jenis vaksin apa yang tersimpan di sana. Hanya saja seharusnya vaksin-vaksin itu dipakai untuk memvaksinasi warga Sumur Batu.
"Jadi itu vaksinnya ada dua, untuk dewasa dan anak-anak," lanjutnya. "Kalau jenisnya nggak ngerti apa Sinovac atau Astra (AstraZeneca)."
Unggul sendiri menjelaskan bahwa insiden nahas ini terjadi akibat adanya korsleting listrik. Beruntung hingga berita ini dituliskan tidak ada laporan soal korban jiwa atau cedera yang ditimbulkan dari insiden tersebut.
Indonesia memang terus berupaya mempercepat laju vaksinasi COVID-19 di tengah "banjir" kasus positif baru setiap harinya. Indonesia sendiri menarget 181,5 juta penerima vaksin supaya pandemi COVID-19 bisa segera teratasi.
(wk/elva)