Penelitian Dosis Ketiga Vaksin Sinovac Selesai, Siap Disuntikkan Ke Masyarakat?
AFP/Wang Zhao
Nasional

Penelitian terkait dengan pemberian dosis ketiga vaksin Sinovac telah selesai dilaksanakan. Berikut penjelasan secara terperinci terkait dengan penelitian tersebut.

WowKeren - Vaksinasi COVID-19 hingga saat ini masih menjadi salah satu upaya yang terus dilakukan berbagai negara, termasuk Indonesia dalam menghadapi pandemi. Belakangan, banyak pihak yang menyarankan untuk melaksanakan penyuntikan vaksin dosis ketiga.

Perhimpunan Alergi Imunologi Indonesia (Peralmuni) tengah menyusun laporan hasil penelitian atas pemberian dosis ketiga vaksin Sinovac kepada masyarakat. Laporan tersebut nantinya akan menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah terkait pelaksanaannya.

"Memang ada penelitian di Bandung, Jawa Barat, itu sudah selesai untuk Sinovac, tetapi kita tunggu nanti biar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang memberi pengumuman karena sedang disiapkan laporannya," tutur Iris Rengganis selaku Ketua Peralmuni dalam acara "Dialog Kabar Kamis", Kamis (8/7). "Apakah perlu vaksinasi dosis ketiga atau tidak."

Iris mengungkapkan bahwa sudah ada beberapa negara lain yang telah mengizinkan untuk penyuntikan dosis ketiga dengan jenis vaksin yang berbeda. Misalnya Uni Emirat Arab (UEA), yang menyuntikan vaksin Pfizer sebagai dosis ketiga setelah dua kali penyuntikan vaksin Sinovac.


Terkait penyuntikan vaksin yang berbeda, Iris mengatakan bahwa berdasarkan penelitian kedokteran yang ideal adalah menggunakan jenis vaksin yang sama. Hal ini dikarenakan agar hasilnya terlihat karena tidak mencampurkan dua macam merek berbeda.

Lebih lanjut, Iris mengungkapkan bahwa mencampurkan dua vaksin berbeda dalam satu tubuh seseorang secara keilmuan imunologi dinilai masuk akal. "Masuk di akal itu untuk memperluas cakupan dari virus yang bermutasi walaupun belum ada yang khusus Delta, kalau kita membuat cakupan yang lebih luas, saya kira itu akan baik hasilnya," lanjutnya.

Sementara untuk Indonesia sendiri, Iris menyarankan agar lebih fokus untuk memaksimalkan kegiatan vaksinasi COVID-19 dosis kedua hingga tercapai 70 persen dari total populasi. Ia juga memperingatakan bahwa perjalanan untuk menuju kekebalan komunitas atau herd immunity itu masih jauh.

Sementara itu, Gusti Ngurah Kade Mahardika selaku Ahli Virologi Universitas Udayana Bali mengatakan diperlukan tes titer antibodi tenaga kesehatan (nakes) sebelum memutuskan untuk menyuntikan dosis ketiga untuk tenaga medis. Menurutnya, vaksinasi dosis ketiga bagi para tenaga medis dibutuhkan sebagai garda terdepan untuk menghadapi pasien yang terpapar COVID-19, khususnya varian baru seperti Delta.

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait