RI Impor Oksigen, Menko Luhut Buka Wacana Bisa Dipinjamkan ke Rumah Warga Isoman COVID-19
Instagram/luhut.pandjaitan
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Koordinator PPKM Darurat Luhut Binsar Pandjaitan mengungkap wacana peminjaman tabung oksigen konsentrator kepada warga yang mengalami gejala ringan COVID-19.

WowKeren - Di tengah "badai" COVID-19 yang melanda Indonesia, kebutuhan akan oksigen. Karena itulah Indonesia terus mendapat bantuan dari internasional, juga berusaha mengimpor baik oksigen cair maupun konsentrator oksigen.

Tak main-main, Indonesia sampai mengimpor puluhan ribu oksigen-oksigen yang diperlukan pasien COVID-19 tersebut. Yakni 40 ribu ton oksigen cair (liquid oxygen) dan 50 ribu tabung konsentrator oksigen (oxygen concentrator).

"Kami sudah proses mengimpor 40 ribu ton oksigen liquid untuk kita gunakan ke depan ini, Kita berjaga di awal walau sebenarnya kita tidak butuh sebanyak itu, tapi kalau melihat tren dunia di mana sekarang trennya meningkat tajam, sebaiknya kita berjaga-jaga agar tidak caught by surprise," kata Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Marives) Luhut Binsar Pandjaitan dalam konferensi pers virtualnya, Senin (12/7).


"Presiden juga sudah setuju kita akan impor oksigen konsentrator," sambung Luhut, sembari menyebutkan jumlah yang akan didatangkan yakni sampai 50 ribu tabung. "Dan sekarang kita sudah punya mungkin dekat (sekitar) 10 ribu."

Dijelaskan Luhut, penggunaan oksigen konsentrator bisa mengurangi ketergantungan atas penggunaan oksigen cair. Difokuskan untuk pasien COVID-19 bergejala ringan, Luhut turut mengungkap  wacana meminjamkan tabung-tabung tersebut ke rumah warga yang membutuhkan.

"Dan itu akan kita bagikan untuk digunakan di kasus-kasus yang ringan," tutur Koordinator Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat tersebut. "Dan itu kita pinjamkan mungkin nanti ke rumah-rumah dan bila sudah selesai digunakan itu bisa diambil. Itu (kapasitas) bisa 5 liter, jadi bisa digunakan 5 hari."

Impor dalam jumlah besar pun, menurut Luhut, tidak akan berakhir sia-sia lantaran alat-alat tersebut bisa diberikan ke rumah sakit pasca pandemi COVID-19 berakhir. Meski demikian belum tahu bagaimana mekanisme selengkapnya wacana ini, termasuk kapan siap diimplementasikan kepada banyaknya pasien COVID-19 yang kini terpaksa menjalani isolasi mandiri.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts