Jabatan Dirut RSUP Dr Sardjito Yogyakarta kini diduduki oleh dr Eniarti yang sebelumnya menjabat sebagai Dirut Rumah Sakit Jiwa Prof Dr Soerojo Magelang, Jawa Tengah.
- Bertilia Puteri
- Senin, 12 Juli 2021 - 21:05 WIB
WowKeren - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengganti jabaran Direktur Utama Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Sardjito Yogyakarta. Adapun pergantian Dirut ini dilakukan pasca krisis oksigen yang berbuntut pada meninggalnya 33 pasien di RSUP Dr Sardjito pada awal Juli 2021 lalu.
Jabatan Dirut RSUP Dr Sardjito kini diduduki oleh dr Eniarti yang sebelumnya menjabat sebagai Dirut Rumah Sakit Jiwa Prof Dr Soerojo Magelang, Jawa Tengah. "Betul, Menkes melantik dr Eniarti sebagai Dirut RSUP Dr Sardjito," terang Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes, Abdul Kadir, kepada detikcom pada Senin (12/7).
Meski demikian, Abdul Kadir membanath pergantian Dirut RSUP Dr Sardjito ini dilakukan karena peristiwa kehabisan oksigen. "Tidak. Ini rotasi biasa di jajaran kita. Ini setiap tiga atau empat tahun jabatan memang kita harus rotasi," tegas Abdul Kadir.
Adapun Dirut RSUP Dr Sardjito sebelumnya, dr Rukmono Siswishanto, kini menggantikan dr Eniarti sebagai Dirut RSJ Prof Dr Soerojo Magelang. "Jadi ditukar," jelas Abdul Kadir.
Di sisi lain, pelantikan Dirut baru ini digelar secara virtual. Menurut Menkes Budi, rotasi dan mutasi jabatan adalah hal biasa dalam penyegaran organisasi. Menkes Budi pun mengingatkan bahwa organisasi di lingkungan Kemenkes saat ini menghadapi tekanan luar biasa karena pandemi COVID-19.
"Oleh karena itu, titipan saya kepada para Dirut rumah sakit vertikal yang ada di seluruh Indonesia pastikan bahwa kita meluangkan waktu dan tenaga yang cukup untuk mengantisipasi semua masalah yang mungkin terjadi," jelas Menkes Budi. "Dan memberikan pelayanan sebaik-baiknya terhadap masyarakat yang berada di sekitar kita."
Sebelumnya, RSUP Dr Sardjito mengalami krisis persediaan oksigen pada Sabtu (3/7) lalu. Oksigen sentral dilaporkan habis pada pukul 20.00 WIB. Dari Sabtu hingga Minggu (4/7) pagi, dilaporkan ada 63 pasien yang dinyatakan meninggal dunia, 33 orang di antaranya meninggal dunia pasca oksigen sentral habis.
(wk/Bert)