Belakangan, publik digegerkan dengan video dokter hewan yang viral di sosial media terkait pembahasan pandemi, termasuk juga vaksin COVID-19. Hal ini lantas mendapat tanggapan dari Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI).
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Selasa, 13 Juli 2021 - 12:27 WIB
WowKeren - COVID-19 telah ditetapkan sebagai wabah global oleh organisasi kesehatan dunia (WHO). COVID-19 pun telah merebak ke negara-negara di dunia. Selain itu, banyak juga informasi yang beredar terkait dengan virus tersebut.
Belakangan, di Indonesia ramai penjelasan dari dokter hewan terkait dengan COVID-19. Hal ini memicu banyak reaksi dari masyarakat, termasuk Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PB PDHI).
Menurut PDHI, apa yang disampaikan oleh Nidom dan Indro Cahyono selaku dokter hewan terkait dengan COVID-19 itu merupakan pendapat pribadi dan PDHI tidak bertanggungjawab dengan pernyataan mereka di sosial media. Bahkan mereka berdua diketahui belum terdaftar di PDHI.
"Pernyataan yang disampaikan Prof Dr CA Nidom drh. MS dan Drh Moh Indro Cahyono berkaitan dengan COVID-19 adalah pendapat pribadi yang bersangkutan," tutur M Munawaroh selaku Ketua Umum PB PDHI dalam keterangan tertulis, Senin (12/7). "Nidom hingga saat ini belum memperpanjang sebagai anggota PDHI dan Indro belum mendaftar sebagai anggota PDHI."
Lebih lanjut, Munawaroh menyampaikan bahwa COVID-19 bukan lah ranah dari dokter hewan untuk memberikan saran pengobatan kepada manusia. Ia turut menyoroti pernyataan dari Nidom yang menyebut vaksin COVID-19 yang digunakan saat ini tidak ada gunanya.
Maka dari itu, Munawaroh meminta agar masyarakat bisa lebih bijak dalam menanggapi video yang beredar tersebut. "PDHI mendukung upaya pemerintah dan masyarakat untuk menanggulangi pandemi COVID-19," tandas Munawaroh.
Sebelumnya, beredar sebuah video di media sosial YouTube, yang menunjukkan mantan Menteri Kesehatan (Menkes) Siti Fadilah Supari dengan Nidom yang berdiskusi terkait pandemi COVID-19. Mereka juga membahas pandangan jangka panjang terhadap pandemi itu nantinya akan seperti apa.
Kemudian juga membahas pelaksanaan vaksinasi COVID-19 dan mutasi virus yang tengah terjadi di Indonesia belakangan ini. Nidom menyebut bahwa tujuh jenis vaksin COVID-19 yang ada itu tidak mampu menyaingi pertumbuhan virus baru karena berbasis virus Wuhan.
Sementara itu, di akun YouTube pribadinya, Indro juga membahas tentang virus COVID-19, serta tips mencuci hidung dan sebagainya. Kemudian ada pernyataan dari Indro yang menjadi sorotan publik adalah terkait dengan vaksin COVID-19. Ia menyebut tidak menolaknya, hanya saja menunggu vaksin yang menurutnya baik.
(wk/tiar)